Gagal Kambing Ganti Ayam Buras dan Tanam Pisang

  • 05 Januari 2013 14:27:16
  • 2709 views

Setelah tidak membuahkan hasil dengan bantuan Kambing yang diberikan oleh Gubernur DIY beberapa tahun yang silam. Warga yang tergolong masih miskin di desa Hargowilis Kecamatan Kokap akan melakukan budidaya Ayam Buras serta menanam Pisang jenis Raja Bulu. Meski sumber pendanaan masih sama dari pemerintah DIY, namun sistem yang dipakai berbeda, pada saat bantuan Kambing warga langsung menerima, sementara untuk usaha Ayam dan Pisang merupakan usulan dari masing-masing warga dan dibuat dengan kelompok, bibitpun mencari sendiri dengan arahan dari instansi terkait. Pemda DIY hanya mentransfer uang ke rekening masing-masing  bendahara kelompok dan minggu depan direncanakan telah cair.

                Demikian inti dari pertemuan antara Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) bersama beberapa pimpinan SKPD dengan warga miskin se-desa Hargowilis di balai desa setempat Jum'at malam (4/1). Acara yang merupakan tindak lanjut dari program Desa Binaan Menuju Bebas Kemiskinan  juga dihadiri  anggota DPRD Widiyanta,S.Pd, Camat Kokap Drs.Agus Subagyo, dan Kades Hargowilis Dalijan,Amd . Desa Hargowilis Kokap bersama desa Temon Wetan dipilih menjadi binaan dari bapak asuh Bank BPD DIY.

                Dalama kesempatan itu Bupati Kulonprogo  dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) yang juga kelahiran desa Hargowilis menceritakan pengalaman semasa kecil  dalam memilih menjalani hidup yang tidak enak namun sukses beternak karena fokus dalam memelihara ternak untuk membantu biaya sekolah. Diawali dengan memelihara burung Kutilang, kemudian dijual untuk membeli ayam, dan sampai akhirnya banyak memelihara ternak kambing.

                 "Beberapa tahun lalu Gubernur telah membantu ribuan ekor Kambing namun kurang berhasil, sekarang untuk keduakalinya dan terakahir ini dicoba lagi usaha membantu warga yang masih miskin dengan bantuan dari Pemda DIY lagi, dan secara kelompok sesuai usulan untuk ternak Ayam Buras dan tanam pisang raja bulu,  Saya minta usaha yang akan dilakukan fokus hanya itu saja jangan ganti-ganti, kalau ternak ayam ya ternak ayam, jangan terus ganti jadi tukang ojek yang bisa kesana kemari, pokoknya kumantil-mantil sama Ayam, biar berhasil dalam usahanya, karena itu sudah merupakan pilihannya,"pinta Hasto.

                Menurut Hasto selain mendapatkan bantuan dana dari pemerintah DIY sebesar Rp.476 juta, untuk mengentaskan 625 KK miskin dengan 38 kelompok warga desa Hargowilis  ini, juga CSR dari Bank BPD DIY sebesar Rp.100 juta.   

                Dalam kesempatan itu juga diinggatkan bahwa dana yang diberikan tidak sedikit dan bukan dari pribadi Ngarso Dalem tetapi APBD DIY, setahun yang akan datang akan dilakukan evaluasi, apakah terjadi penyimpangan termasuk korupsi, berkembang atau tidak. Jangan seperti terjadi di daerah lain adanya warga dan perangkat yang tersandung kasus korupsi dari dana bantuan yang diberikan pemerintah.  

                Kades Hargowilis Dalijan,Amd, berharap bantuan dana nantinya akan mewujudkan impian warganya yang 29 persen miskin menjadi kenyataan untuk bebas dari kemiskinan, melalui usaha budidaya ayam buras dan tanam pisang secara kelompok.

                Menurut Dalijan, kemiskinan yang tinggi di wilayahnya disebabkan antara lain faktor SDM yang rendah, tidak adanya lapangan kerja yang layak, banyak pengangguran, pengaruh kemajuan teknologi, belum mampu menangkap peluang yang ada, sering terjadi bencana alam kekeringan di musim kemarau dan longsor di musim hujan, kecelakaan penderes gula kelapa dan kondisi geografis 99 persen perbukitan daerah sulit.  

                Terkait dengan usaha budidaya pisang raja bulu, Kadinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo Ir.Bambang Tri Budi Harsono minta lahan yang akan ditanami tidak banyak tanaman  terutama yang lebih tinggi karena akan menganggu pertumbuhan. Hal ini menginggat di setiap pekarangan rumah saat ini telah banyak berbagai macam tanaman yang tumbuh, baik tanaman perkebunan maupun tanaman keras.

                Sedangkan, Kadinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Kepenak) drh. RR Endang Purwaningrum Titi Lestari yang turut hadir malam itu mengatakan bahwa untuk menghindari penyakit ternak diminta membeli bibit pada kelompok-kelompok ternak yang tersebar di Kulonprogo yang sudah terbukti kesehatannya, dan bukan membeli di pasar karena tidak diketahui pemeliharaan sebelumnya. Untuk memutus adanya penyakit yang cepat menyerang Ayam, dalam pemeliharaan diharapkan ayam tidak dibiarkan mencari makan di pekarangan, namun di sediakan umbaran sehingga tidak terjadi kontak langsung dengan ayam milik tetangga.(MC)