Wakil Bupati Terima Peserta SSEAYP

  • 27 Desember 2012 14:04:48
  • 2884 views

Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo menerima audiensi anggota Program Kapal Pemuda Asia Tenggara atau "Ship for South East Asia Youth Program (SSEAYP)", Kamis (27/12), bertempat di Ruang Kerja Wakil Bupati. Kegiatan ini dalam rangka dokumentasi dan promosi produk kerajinan batik Kabupaten Kulon Progo untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian para perajin batik.

"Batik merupakan salah satu warisan budaya asli Indonesia, dan kami tertarik dengan program pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian para perajin batik. Sekarang kami ingin mendokumentasi dan mempromosikannya ke luar daerah" kata  Dwi Aprianto Koordinator Post-program Activity SSEAYP, kamis saat audiensi.

Dwi Aprianto pemuda Josutan Kulon Progo ini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program SSEAYP selama 52 hari di Jepang, dan beberapa negara ASEAN.

Dwi didampingi beberapa anggota SSEAYP lain dari indonesia antara lain Gorontalo, Bali, dan Yogyakarta.

Menanggapi hal tersebut, Drs.H.Sutedjo,  mengucapkan terimakasih, bersyukur dan turut berbangga hati atas selesainya program SSEAYP dan dilanjutkan kegiatan riil yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Semoga apa yang dilaksanakan dapat bermanfaat. Karena pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan sejarah bangsa ini. Dengan mengangkat kerajinan batik akan menambah semangat nasionalisme" jelas Wabup kepada peserta audiensi.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan tentang sejarah dan perkembangan batik di Kulon Progo, kondisi perajin batik dan proses penetapan batik geblek renteng sebagai batik khas Kulon Progo. Motif batik geblek renteng dipilih karena menunjukkan ciri khas Kulon Progo, mudah diproduksi massal oleh perajin.

Batik hanya boleh dilakukan dengan tulis atau cap saja, dan harus diproduksi oleh perajin batik di Kulon Progo. Hal tersebut untuk menggerakkan ekonomi perajin batik di Kulon Progo yang selama ini termarginalkan oleh batik printing.

"Banyak pengusaha luar kabupaten yang ingin mencetak batik geblek renteng, tapi komitmen kita ingin menjaga dan menumbuhkan perajin di Kulon Progo" tegas Wabup.

Saat ini pemerintah terus berusaha membuat kebijakan yang bisa mendukung pengembangan usaha rakyat. Diharapkan masyarakat dan perajin pada khususnya dapat memanfaatkan peluang dan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pemerintah juga membantu perajin dari segi permodalan. Saat ini menyalurkan Rp.44 Milyar untuk Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di 88 Desa seluruh Kulon Progo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian TI dan Humas Rudy Widiyatmoko,S.Sos. menambahkan bahwa Bupati menyambut baik kegiatan tersebut, namun lebih penting dan bermanfaat jika bisa membuat simpul-simpul pemasaran yang lancar. Karena jika pemasaran bagus, produksi dan pendapatan masyarakat otomatis berkembang.

Ketua Koperasi Batik Kulon Progo Puryanto juga menginformasikan bahwa saat ini batik geblek renteng selain untuk baju, juga akan dikembangkan untuk tas, taplak meja dan produk lainnya. (at.MC)