TMMD Mempunyai Dua Dimensi Sasaran

  • 31 Oktober 2012 08:33:00
  • 1585 views

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), memimpin upacara penutupan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke-89 dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2012 Wilayah Kabupaten Kulon Progo, Selasa (30/10). Bertempat di Lapangan Desa Garongan Kecamatan Panjatan, ditandai dengan penyerahan kembali alat kerja dan penandatanganan serah terima hasil kegiatan kepada Bupati.

 

Sebelumnya, kepada Bupati dilaporkan tentang pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Kapten Infantri Sutrisno Pasiter Kodim 0731/KLP. Dijelaskan bahwa TMMD di Desa Garongan Panjatan Kulon Progo ini dilaksanakan dari berbagai unsur, antara lain personil Kodim 0731/KLP sebanyak 30 orang, SATRADAR 215/Congot 3 ORANG, Polres Kulon Progo10 orang, Tagana 5 orang, masyarakat dibantu KBT, dan Aparatur Pemerintah, dengan jumlah 75 orang/hari.

 

Adapun hasil TMMD meliputi sasaran fisik dan non fisik. sasaran fisik terdiri sasaran pokok dan sasaran tambahan. Sasaran pokok meliputi Cor Blok Jalan 1.269 x 2,5 m, Pembuatan Gardu Ronda 1 unit, Penyempurnaan Masjid Baiturrahim 1 unit, dan Pembuatan Talud 40 m. Untuk sasaran tambahan terdiri bantuan bibit pohon dari Dipertahut Kulon Progo sejumlah 3.500 bibit, terdiri dari 1.000 batang bibit jati, 2.000 batang bibit sengon dan 500 batang bibit mahoni, sedangkan penanaman bibit dilaksanakan setelah musim hujan. Bantuan dari Kementerian Agama Kulon Progo berupa Al-Qur'an sejumlah 28 kitab. Bantuan jambanisasi sejumlah 18 unit, bantuan dari Dinas Kesehatan Kulon Progo 15 Unit, swadaya masyarakat 3 unit.

 

Sasaran Non fisik antara lain memberikan bimbingan, penerangan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam berbagai bidang, meliputi pembinaan mental dan agama, penyuluhan anatomi terorisme dan kambitmas, penyuluhan narkoba, kenakalan remaja dan penyakit masyarakat, penyuluhan tentang bela negara (PKBN) dan wawasan kebangsaan, Perilaku Hidup Sehat, penyuluhan dan pelayanan KB, serta kegiatan khusus/ hiburan.

 

Manfaat yang diharapkan proyek dan kegiatan TMMD yaitu, untuk meningkatkan kelancaran arus tansportasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat diwilayah, meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat tentang keimanan dan ketagwaan serta pentingnya hidup sehat, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam keamanan lingkungan dari tindakan kriminal dan terorisme sehingga tercapai program kegiatan Indonesia "Berseri" bersih sehat rapi dan indah.

 

Hambatan yang dihadapi selama tahun pelaksanaan tidak ada hambatan yang berarti. Hal yang mendukung, berkat kerja sama yang baik antara TNI, POLRI, masyarakat dan instansi terkait maka pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik sesuai rencana.

 

Selanjutnya Bupati Kulon Progo membacakan amanat dari Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso, pada upacara penutupan TMMD yang ke-89 dan sengkuyung tahap II tahun 2012 tanggal 30 Oktober 2012, dihadapan Forkompimda, Pimpinan SKPD, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, serta tamu undangan.

 

Sebagai insan yang bertaqwa senantiasa mengajak untuk memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan YME, karena hanya atas Rahmat dan Ridho-Nya kita dapat menghadiri upacara penutupan TMMD ke-89 dan Sengkuyung Tahap II tahun Anggaran 2012.

 

Dengan telah selesainya TMMD ini, meminta agar segala hasil pembangunan atau pengembangan sarana dan prasarana fisik yang telah dicapai, dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik dan lebih dimaksimalkan lagi oleh Pemerintah Daerah beserta segenap warga masyarakat untuk kepentingan rakyat banyak.

 

Sedangkan hasil kegiatan non fisik yang berupa pembekalan pengetahuan praktis, masalah sosial maupun kemasyarakatan, kejuangan bela Negara dan kesadaran hukum, tidak sekedar sebagai pengetahuan tapi benar-benar dapat diterapkan langsung oleh setiap warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

 

TNI berterimakasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap lapisan masyarakat prajurit TNI dan Polri, Pemerintah Daerah dan komponen bangsa lainnya, yang telah berpartisipasi secara aktif baik langsung maupun tidak langsung dalam mendukung TMMD yang semuanya itu wujud solidaritas dan tanggung jawab kita bersama dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta dalam rangka menumbuhkan kesadaran bela Negara dan wawasan kebangsaan.

 

Pelaksanaan kegiatan operasional TMMD serta berbagai bentuk karya TNI lainnya mempunyai dua dimensi sasaran. Satu sebagai upaya memperkokoh kemanunggalan TNI Rakyat guna mendukung ketahanan wilayah dalam Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta). Kedua memotivasi dan menumbuhkan kegotong-royongan guna menciptakan proses pemberdayaan masyarakat agar berpartisipasi aktif dan kepedulian dalam akselerasi pembangunan di pedesaan.

 

Untuk mendukung kedua tersebut TNI sebagai komponen utama dalam Sishanta harus mendapat dukungan sepenuhnya dari rakyat. Keberhasilan TNI untuk melaksanakan tugas pertahanan sesuai doktrin sishanta membutuhkan kekuatan dan dukungan yang besar oleh rakyat kepada TNI serta bagaimana TNI membangun kerjasama dan kebersamaan dengan rakyat.

 

TNI sangat membutuhkan bantuan dan keikutsertaan rakyat guna mewujudkan ketahanan wilayah. Karena itu kegiatan TMMD seperti ini perlu diselenggarakan dan dikembangkan secara terus menerus selain ditujukan untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat juga sebagai wadah efektif TNI untuk memelihara silaturahmi serta komunikasi dengan rakyat.

 

Dengan terwujudnya hubungan emosional, rasa kebersamaan dan kemanunggalan TNI dan rakyat ini hendaknya dapat dijadikan sebagai kekuatan penangkal terhadap setiap bentuk ancaman terhadap ketahanan bangsa dan negara kita.

 

Selaku penanggung jawab keberhasilan program ini, Panglima Kodam IV Diponegoro menyerahkan hasil yang telah dicapai kepada Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat untuk diberdayakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.(at-MC)