Hari Pangan Sedunia Gelar Pangajian Bersama Cak Nun

  • 30 Oktober 2012 11:24:32
  • 2392 views

Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia tahun 2012 tingkat nasional Masyarakat Sipil Peduli Pangan Nusantara (MPPN) menyelenggarakan serangkaian kegiatan, sedangkan puncak kegiatan adalah pernyataan komitmen MPPN dan para pihak melalui Pengajian Akbar Budaya Pangan oleh Budayawan KH.Emha Ainun Najib untuk mewujudkan kedaulatan pangan.


Pengajian bersama Budayawan asal Jombang yang lebih dikenal Cak Nun dengan diiringi musik Kiai kanjeng tersebut berlangsung Senin malam (29/10) di rumah Sukardal pedukuhan Kagongan Desa Banjararum Kecamatan Kalibawang.


Acara yang bertemakan "Madhep Mantep Pangane Dhewe" dihadiri Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pemda DIY Ir. Asikin Cholifah, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Kementan RI Dr. Ir. Tjuk Eko Hari Basuki, MSt, Kadinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo Ir. Bambang Tri Budi Harsono serta Kadinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo Dra.Niken Probolaras,S.Sos,M.H.


P.Sarijo dari MPPN menjelaskan sebelum digelar pengajian, di tempat yang sama pada pagi hingga sore telah berlangsung rapat nasional pembentukan koperasi pangan nusantara yang diikuti dari tujuh propinsi serta saresehan petani pangan lokal kabupaten Kulonprogo.

Sedangkan tujuan pengajian budaya dan saresehan untuk memahami dan menghargai peran para petani kecil dan aneka pangan lokal serta peran penting koperasi dalam mengatasi kerawanan pangan dan mewujudkan kedaulatan pangan.


"Hasil yang diperoleh tentunya untuk meningkatkan pemahaman para peserta terhadap pengalaman petani kecil penghasil pangan dan potensi aneka pangan lokal di Kulonprogo, teridentifikasi gagasan dan pengalaman para pihak dalam mendukung pengembangan koperasi petani kecil dan koperasi pemasaran serta rumusan tindaklanjut pengembangan koperasi produksi dan koperasi pemasaran di tingkat daerah dan nasional,"katanya.


Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), sangat mengapresiasi dengan tema tersebut, yang sejalan dengan semangat perjuangan Bela dan Beli Kulonprogo dengan memakai produk daerah sendiri dan tidak pro pada produk asing serta melakukan hidup hemat tidak boros, membeli bukan yang diinginkan tetapi yang dibutuhkan. Selain itu selaras dengan yang selama ini telah dilakukan sejak awal menjabat yakni tri tedho berupa tidak makan nasi selama masih ada warga miskin, tidak minum manis kecuali produk sendiri dan menolak buah import.


Sedangkan menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pemda DIY Ir. Asikin Cholifah, hasil pangan di DIY termasuk di Kulonprogo sudah bisa dikategorikan menuju kemandirian, konsumsi pangan berupa nasi telah berlebihan sehingga diperlukan dorongan masyarakat agar ketergantungan terhadap beras perlu dikurangi.


Sementara Budayawan KH.Emha Ainun Najib lebih menekankan bahwa dalam menuju pangan yang berdaulat maka manusia dan alam harus sinergi, diibaratkan manusia adalah suami dan alam sebagai tempat tumbuhnya berbagai macam tanaman yang menghasilkan pangan adalah istri. Sehingga suami harus mengelola istri dengan baik supaya menghasilkan keturunan atau benih-benih yang baik. Sebaliknya apabila dibiarkan maka tidak akan menghasilkan apa yang di harapkan.


Emha atau yang lebih dikenal dengan Cak Nun sangat mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Bupati Hasto dengan Bela Beli Kulonprogo, serta Tri Tedho yang merupakan wujud nyata dari seorang pemimpin yang mementingkan masyarakat bukan memperkaya pribadinya seperti yang terlihat kian hari korupsi di negeri ini.


Menurut suami dari Novia Kolopaking ini, di Indonesia belum ada pemahaman konstitusi yang membedakan antara pemerintah dengan negara. Jadi pemerintah itu merasa dirinya negara padahal pemerintah itu sendiri dan negara itu sendiri, negara itu rumahnya rakyat sedangkan pemerintah itu buruhnya rakyat.(mc)