Purworejo Ingin Merasakan Keberadaan Bandara Kulon Progo

  • 30 Oktober 2012 08:14:43
  • 4386 views

Adanya rencana kedepan beberapa program besar seperti pembangunan bandara Internasional sebagai pengganti bandara Adisutjipto Yogyakarta serta pelabuhan Tanjung Adikarto dan Pasir Besi, maka kami ingin melihat dari dekat paparan yang jelas dan langsung dari pemkab Kulonprogo, karena kami ingin numpang mukti (turut merasakan) dengan program-program besar tersebut.


Demikian dikatakan Bupati Purworejo Drs.H.Mahzun Zain,M.Ag, dalam kunjungan kerja dalam rangka Kerjasama Daerah antara Pemkab Purworejo dengan Pemkab Kulonprogo, di Gedung Kaca Pemkab Kulonprogo, Senin (29/10).


Dalam Kesempatan itu Bupati Purworejo di dampingi Sekda Drs.Tri Handoyo,MM para Asisten serta beberapa pimpinan SKPD, sedangkan dari Pemkab Kulonprogo Bupati dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Wabup Drs.H.Sutedjo, Staf ahli, asisten serta beberapa pimpinan SKPD.


" Kunjungan kami ini ingin melihat paparan dari Kulonprogo, karena kedepan ada program besar seperti bandara, pelabuhan, pasir besi, Purworejo hanya dekat sekali sehingga ingin numpang mukti dengan program besar tersebut, jadi tidak hanya sekedar kerjasama batas wilayah, tetapi sektor-sektor yang lain, adanya bandara sangat strategis sebab di perbatasan, maka jelas ada multiplayer effectnya,"jelas Mahzun.


Mahzun berharap beberapa program bisa dikerjasamakan antara kedua kabupaten, termasuk dalam peningkatan pendapatan masyarakat serta keahlian nelayan dengan memanfaatkan Pelabuhan yang ada di Kulonprogo, karena sama-sama mempunyai kapal 30 GT tetapi masih titip atau berada di luar wilayah.


Sementara Bupati dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), mengatakan terkait bandara baru FS dan Master plan selesai di buat yang diputuskan di Kulonprogo, sedangkan proses selanjutnya masih menunggu. Namun demikian bahwa multiplayer effect bandara memang bisa dirasakan tidak hanya setelah jadi, namun dalam proses berlangsungnya pembangunan, karena dengan kelas internasional membutuhkan landasan panjang dan lebar sehingga membutuhkan tanah urug maupun batu andesit yang selain dari Kulonprogo juga dari wilayah dekat tentunya di Purworejo.


"Selain bandara, juga terkait sama-sama punya kapal nelayan besar tetapi masih di titipkan di daerah lain, hal ini bisa dikerjasamakan untuk memanfaatkan pelabuhan nantinya sehingga setelah selesai pembangunan pelabuhan yang dibangun ratusan milyar tidak mangkrak,"terang Hasto.


Dalam Kesempatan itu Hasto berharap adanya kerjasama yang baik terutama dalam memperbaiki jalan di wilayah Purworejo sebagai satu-satunya akses jalan menuju wilayah Pasir Mendit dan Pasir Kadilanggu Kulonprogo.


Terkait jalan tersebut Sekda Drs.Tri Handoyo,MM menjelaskan bahwa akses jalan tersebut sesuai kesepakatan pemerintah DIY dan prop Jateng, jalan yang melintas desa Jogoboyo Purworejo menuju wilayah Kulonprogo akan segera diperbaiki karena merupakan program yang dipriorotaskan oleh Pemprop Jateng.


Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesra Kulonprogo Drs.H.Sarjana,MSi antara kedua pemkab telah menjalin kerjasama sejak 2006 dalam bidang pemerintahan dan pembangunan terutama dalam menanggani malaria di Kokap serta bencana tanah retak di Gunung kelir. Namun demikian kerjasama yang berlaku lima tahun telah habis dan kemudian akan diperpanjang.


"Setelah pertemuan di Kulonprogo ini, direncanakan nanti akan dilakukan kembali penandatanganan kerjasama (MOU) antara Pemkab Kulonprogo dengan pemkab Purworejo, pada hari Rabu (7/11) di Purworejo,"terang Sarjana.


  Usai pertemuan yang berlangsung santai Bupati Purworejo dan rombongan di dampingi Bupati Hasto Wardoyo menyaksikan beberapa batik khas Kulonprogo di antaranya Geblek Renteng, serta proses membatik dari perajin yang di boyong ke gedung Pemkab tersebut. (mc)