BPMPDPKB Putar Film KB di Gardu Ronda

  • 29 Oktober 2012 08:32:44
  • 3411 views

Dalam rangka mendekatkan onformasi Keluarga Berencana (KB) pada masyarakat luas khususnya Pasangan Usia Subur (PUS), tim Mobil Unit Penerangan (Mupen) KB Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kabupaten Kulonprogo , melakukan berbagai terobosan. Selain melakukan pemutaran film dalam rangka komunikasi massa di lapangan, juga melakukan penyuluhan dengan skope yang lebih terbatas, misalnya melalui pertemuan di kelompok tani, pertemuan dusun maupun pertemuan kader di tingkat desa. Sabtu (27/10), untuk pertama kalinya Mupen KB melakukan pemutaran film KB di gardu pos ronda. Persisnya gardu ronda yang baru saja diresmikan penggunaannya di RT 19 RW 10 Pedukuhan Karangwetan, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo.


Menurut tokoh masyarakat setempat yang juga Ka Sub Bid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDPKB Kabupaten Kulonprogo Drs. Mardiya, pemutaran film tersebut atas permintaan secara lisan sejumlah warga, yang menginginkan penerangan KB dan hiburan secara santai. Oleh karenanya, agar dua tujuan tersebut tercapai, diputarlah film KB "2 anak oke, banyak anak KO" kemudian selanjutnya diputarkan film legenda "Angling Darma" yang banyak diminati warga. Patut disyukuri penontonnya cukup banyak, selain Ketua RT Bapak Prayoga Damai, hadir pula tokoh masyarakat RT setempat, Pasangan Usia Subur serta masyarakat umum.


Film KB "2 anak oke dan banyak anak KO" sendiri menggambarkan dua keluarga dengan jumlah anak yang jauh berbeda berikut segala permasalahannya dalam keluarga. Keluarga pertama adalah keluarga Pak Eko dengan dua anak yang duduk dibangku SMP dan SD dan keluarga Pak Kadir yang memiliki lima anak yang masih kecil-kecil dan sebagian diantaranya duduk di bangku SD. Keluarga Pak Eko digambarkan sebagai keluarga yang bahagia dan sejahtera karena anaknya sedikit sehingga kesehatan ibu terjaga dan kebutuhan ekonomi dapat diatasi dengan baik. Sementara keluarga Pak Kadir digambarkan sebagai keluarga yang selalu ribut karena urusan rumah tangga yang tak kunjung selesai akibat jumlah anak yang terlalu banyak. Ya ribut soal makanan, transportasi, ekonomi hingga ribut soal pekerjaan rumah tangga. Film berdurasi setengah jam ini diselingi pesan-pesan membangun keluarga sejahtera oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua PB Umum NU KH A. Hasyim Muzadi. (mdy)