Kematian Ibu Melahirkan di Kulon Progo Rendah

  • 19 Oktober 2012 09:24:15
  • 3056 views

"Berdasarkan data dari BKKBN angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tertinggi di Asia. Di Indonesia masih tercatat 228/100 ribu kelahiran hidup" Demikian dikatakan Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) pada acara Evaluasi Kecamatan Sayang Ibu Tingkat DIY Tahun 2012. Bertempat di Kantor Kecamatan Nanggulan, Kamis (18/10).

 

"Setiap 100 ribu melahirkan ada yang meninggal 228. Ini masih lebih berat lagi jika melihat angka kematian bayi. Angka kematian bayi masih bisa 1/30 sampai 1/40 kelahiran hidup. setiap melahirkan bayi 40 bayi acak 1 meninggal" jelasnya lebih lanjut.

 

dr.Hasto juga bercerita, ketika menolong 29 persalinan sehat, khawatir, jangan-jangan sebentar lagi "lewat" yang disambut tawa hadirin.

 

Di Singapura, angka kematian ibu lebih rendah 6-7/100 ribu kelahiran hidup. "Orang ekstrim mengatakan, di Indonesia hal tersebut seperti sebuah pesawat terbang membawa ibu hamil, jatuh dan mati semua" lanjutnya. Hal ini luar biasa sedihnya jika kita bayangkan.

 

Lebih sedih lagi Jika di rata-rata, seluruh Indonesia kira kira 1/59 wanita Indonesia bisa meninggal karena hamil dan melahirkan. Sedangkan di Singapura 1/49 ribu.

 

Kita memang harus waspada dan serius. Di Kulon Progo, dari Januari - 18 Oktober 2012 yang mati karena hamil dan melahirkan berjumlah 3 jiwa, di seluruh kab Kulon Progo. Tahun 2012 ini sekitar 5 ribu ibu yang akan melahirkan, Jika kita lihat di Kabupaten tetangga purworejo 13 kematian. Dibanding kabupaten lain kita peringkat terendah ke-3 jumlah kematian karena ibu hamil dan kelahiran.

 

"3 ibu yang meninggal. 1 meninggal karena sakit infeksi bukan karena kehamilan. Yang sebab langsung karena kehamilan ada 2 jiwa" jelasnya.

 

"Saya ikut ngampet jika ada kematian ibu yang sebenarnya bisa dicegah, kita berusaha jangan sampai ada yang mati". Kebijakan Pemerintah Daerah saat ini meskipun agak sulit tapi kita paksakan untuk menambah satu dokter obsgin perempuan untuk melayani yang sungkan jika dilayani bapak-bapak.

 

"Saya tadi malam lari 10.30 operasi di jogja supaya jangan sampai ada yang mati, harus berusaha dicegah. Kami lakukan tidak hanya pemikiran tapi fisikly saya ikut mencegah agar kematian bayi di Kulon Progo diminimalisir".

 

Pemerintah juga memiliki komitmen untuk menurunkan angka kematian ibu secara keseluruhan melalui program MDG's. kita kerjasama dengan UGM Prof. Laksono untuk menerapkan berbagai sistem di Kulon Progo. Baik sistem rujukan maupun sistem lain. Sistem manajemen serta konek untuk mencegah kematian ibu dan bayi. Penelitian di Fakultas KedokteranUGM, sudah banyak yang diarahkan di Kabupaten Kulon Progo.

 

Teknologi SMS Gateway juga digunakan untuk koordinasi dengan dukuh, jika sewaktu-waktu ingin mengetahui jumlah ibu hamil di Kulon Progo. Sudah 936 dukuh datanya terentry dan informasi bisa secepatnya diketahui dalam waktu sehari.

Melalui evaluasi Kecamatan Sayang Ibu diharapkan dapat lebih meningkatkan kepedulian tentang berbagai faktor penyebab kematian ibu. Jangan sampai ada keterlambatan dalam pengambilan keputusan, jangan sampai ada keterlambatan rujukan.

 

Bupati juga menambahkan bahwa dua tahun terakhir angka kematian ibu melahirkan di Kecamatan Nanggulan tercatat nol kasus.

 

Demikian sambutan Bupati dalam menerima Tim Evaluasi. Dilanjutkan sambutan Ketua Tim Evaluasi Atmadi Susilo dari Dinas Sosial DIY yang menyampaikan bahwa tim ini professional, tim tidak mencari-cari kekurangan, tetapi jika ada yang kurang akan diinformasikan ke satgas di tingkat Kecamatan dan Kabupaten. Berikutnya Tim akan melakukan survey ke desa sampel yaitu di Desa Tanjung Harjo.(MC)