Hasto dan Sutedjo Kunjungi Mantan Bupati dan Wabup; Diminta Merealisasikan Janji Yang Belum Terpenuhi

  • 17 Oktober 2012 08:24:10
  • 2160 views

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo ke-61, Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) dan Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo melakukan kunjungan silaturahmi di tempat tinggal masing-masing mantan Bupati Kulonprogo dan wakil bupati, Selasa (16/10).


Dalam kunjungan tersebut, rombongan dibagi dua kelompok, Bupati Kulonprogo bersama Dandim 0731 Kulonprogo Letkol Inf Tommy Siagian, Kajari Wates Sarastuti Laksmi Wardani SH CN, Polres,Staf ahli Bupati bidang pemerintahan Dra.Hermintarti,MM, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs.H.Sarjana,Msi, Kabag Pemerintahan Drs.Anang Suharsa dan Kabag TI Humas Rudy Widiyatmoko,S.Sos, serta Kasat Pol PP Drs.Wahyu Pujianto mengunjungi kediaman H.Toyo Santoso Dipo (2001-2011) di desa Tayuban Kecamatan Panjatan, dan Drs.H.Suratidjo (1991-2001) di Jl.Magelang Km.8 Mlati Sleman.


Sementara Wakil Bupati didampingi Ketua DPRD Yuliardi,S.Ag, Komandan Brimob Detasemen B Sentolo, Staff Ahli Bupati bidang hukum dan politik Drs.R.Agus santosa,MA, Satuan Radar Congot, melakukan silaturahmi di rumah mantan Wakil Bupati H.M.Anwar Hamid,S.Sos (2001-2006) di Bendungan, Wates dan Drs.H.Mulyono(2006-2011) di Giripeni, Wates.


Secara terpisah baik Bupati maupun Wabup dalam kunjungan yang berlangsung sehari setelah Upacara Hari Jadi di Alun-alun Wates ini, selain melakukan silaturahim dalam rangka memperingati Hari Jadi Kulonprogo ke-61, juga minta masukan, kritik,saran dalam rangka membangun Kabupaten Kulonprogo ke depan yang lebih maju sehingga masyarakat sejahtera.


Dalam kesempatan itu H.Toyo S Dipo menyampaikan selamat dirgahayu Kulonprogo, semoga pembangunan semakin maju, berkembang di bawah ridlo Tuhan Yang Maha Esa, serta berharap Bupati Hasto mewujudkan janji yang belum terealisir di masa kepemimpinannya yakni Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang di minta oleh Camat Panjatan saat itu.


"Saya dulu berjanji untuk LPJU di Panjatan, yang telah berulang kali diminta oleh masyarakat melalui pemerintah Kecamatan, namun belum kebagian masih kalah dengan wilayah lain, mohon untuk di realisasikan, biar kelihatan rencana kota,"pinta Toyo.


Toyo yang didampingi istrinya Ny.Wiwik juga bercerita panjang lebar tentang study pembangunan Terminal di barat perempatan Nagung untuk antisipasi perkembangan Kota Wates sebagai solusi mengurai lalu lintas yang crowded di waktu mendatang seiring dengan perkembangan pembangunan di Kulonprogo.


Sementara Drs.H.Suratidjo mengakui bahwa perkembangan Kota Wates sekarang ini luar biasa di banding pada saat dirinya memimpin Kulonprogo, apalagi adanya megaproyek akan terbuka lebar bagi investasi yang merubah dari masyarakat yang sektor pertanian ke industri bahkan di dukung pemimpin yang masih muda.


"Di banding jaman saya dulu Kota Wates sekarang luar biasa, apalagi dengan amanat Ngarso Dalem di upacara Hari Jadi kemarin yang terbuka lebar investasi, didukung Bupati yang masih muda, maka tidak lama lagi Kulonprogo akan setara dengan Sleman dan Bantul,"terang Suratidjo.


Sedangkan HM. Anwar Hamid, S.Sos, yang sekarang menjadi anggota Komisi D DPRD DIY ini juga turut mendoakan supaya Kulonprogo ke depan dapat tumbuh pesat dengan berbasis nilai-nilai budaya dan sosial. Selain itu, menyambut positif terhadap pemerintah Kabupaten yang baru, karena mau melakukan komunikasi positif, terutama dengan 6 orang wakil Kulonprogo di DPRD DIY.


"Komunikasi positif ini sangat banyak manfaatnya, seperti bisa memfasilitasi pembangunan stadion Cangkring, Jembatan Sogan, dan juga berbagai sarana-prasarana kerja, sehingga bisa mendukung pemkab memberikan pelayanan yang lebih lancar pada masyarakat," tutur Anwar.


Terkait dukungan megaproyek juga dikatakan Mulyono, dirinya mengaku mendukung pemerintahan saat ini yang mau mewujudkan program lama, yaitu mega proyek. Menurutnya pro-kontra terhadap program seperti ini sudah biasa, tapi harus disikapi dengan bijaksana dan baik jika Kulonprogo ingin maju.


"Seperti pembangunan bandara, mungkin saat ini kita tidak langsung merasakan hasilnya, tetapi kelak adanya bandara akan memberi suasana baru bagi anak cucu kita," kata Mulyono yang juga didampingi istrinya.
Untuk itu, dirinya berpesan supaya pembebasan tanah dilakukan secara transparan dan jangan sampai merugikan masyarakat.


Mantan birokrat Departemen Pekerjaan Umum yang lama tinggal di Bandung ini mengungkapkan bahwa dirinya masih memiliki hutang kepada Kulonprogo, yaitu belum bisa mengantarkan Kulonprogo menjadi kabupaten WTP (wajar tanpa perkecualian) hingga akhir masa jabatannya, sebab sebagai wabup, dirinya berperan memberi pengawasan terhadap jalannya administrasi pemerintahan daerah. Untuk itu kepada penerusnya, Drs. H. Sutedjo, Mulyono berpesan supaya Pemkab bisa melakukan tertib administrasi sehingga mencapai WTP.(mc)