Bekerja dari Titik Nol; Sebuah Ide Dasar

  • 16 Oktober 2012 08:19:37
  • 4318 views

Tulisan ini berangkat dari ketidaktahuan dunia kerja, kekosongan pengalaman, maupun keminiman materi yang sebagian besar kita alami sebagai modal bekerja di dunia ke-PNS-an. Namun beberapa peristiwa kecil yang pernah mampir dalam pikiran kita ternyata mampu disumbangkan dalam dunia kerja saat ini sebagai sebuah ide. Bahwa dunia kerja saat ini hendaknya dilandasi dengan paktek kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas untuk meraih hasil yang optimal dan berkualitas. Semakin banyaknya populasi penduduk di Indonesia ( 244.775.796 jiwa : data Kemendagri tahun 2012 ) tentu tidak mudah mendapatkan pekerjaan di sektor formal yang terbatas. Sehingga layak disyukuri bahwa posisi sebagai pegawai negeri sipil merupakan berkah, amanah sekaligus tantangan bagi tiap pribadi yang mengembannya.


Pekerjaan harus berbekal kesesuaian dengan hati, jiwa dan pikiran sehingga tiap waktu yang dia habiskan akan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Berapa banyak pegawai baik negeri maupun swasta yang terjebak pada pragmatisme kerja yang berorientasi pendapatan saja bukan proses yang harus dilalui dengan benar dan dilandasi filosofi ibadah yang diamanahkan pada pengembannya sesuai kodrat manusia sebagai hamba Tuhan?? Banyak pengemban amanah negara di berbagai belahan dunia mengundurkan diri atau bahkan bunuh diri ( baca : hara-kiri di Jepang ) sebagai konsekuensi kegagalan pekerjaan yang diamanatkan padanya. Pemahaman yang mendalam terhadap pegangan kesesuaian hati , jiwa, dan pikiran niscaya mampu menghambat penyimpangan kerja / fraud. Jadi dari awal kita bekerja harus benar-benar memahami tentang kesesuaian pekerjaan yang diemban dengan hati, jiwa dan pikiran. Hati merupakan panduan untuk menentukan baik dan buruknya proses maupun hasil pekerjaan, jiwa merupakan indikator kepuasan batiniah terhadap kualitas pekerjaan kita dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sedangkan pikiran menjadi tolak ukur kuantitas pemenuhan kebutuhan hidup masing-masing pegawai berdasarkan pendapatan dari pekerjaan kita.


1 hal yang penting dan perlu diingat adalah bahwa kita bekerja bukan hanya untuk kita sendiri, melainkan untuk keluarga ( orang tua, saudara, istri, suami, anak ), masyarakat, negara dan agama. Sehingga bila mereka kita jiwai dalam setiap pekerjaan tentu akan mengendalikan kita untuk melakukan penyimpangan dalam pekerjaan. Setiap detik yang kita habiskan dalam bekerja semakin bermakna dengan kehadiran mereka baik dalam pikiran maupun kenyataan. Dari keadaan tersebut mendorong kualitas kerja kita semakin baik.


Diskusi mengenai kualitas dan kuantitas kerja sangat menarik terlebih dikaji dari berbagai paradigma maupun tinjauan keilmuan. Paradigma dalam bentuk prinsip-prinsip good corporate governance layaknya juga bisa diadopsi untuk membangun budaya kerja dilingkungan kepegawai negerian. Disamping itu tinjauan konsep psikologi, sosiologi, hukum, ekonomi banyak membahas mengenai konsep kerja dan pekerjaan. Pekerjaan merupakan sebuah proses untuk tumbuh ( kapasitas dan kapabilitas ) menjadi manusia yang lebih baik. Banyak hal dapat diambil pelajaran dalam rangka peningkatan kualitas hidup tiap individu. Mau belajar dari kesalahan untuk memperbaiki proses dan hasil merupakan cara yang tepat dan sederhana untuk menuju hidup yang lebih baik dan sejahtera.


Dari sisi hukum tentu munculnya PP 53 tahun 2012 yang berisi tentang disiplin PNS sebenarnya merupakan trigger sekaligus penyemangat dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas kerja. Semangat untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya dalam hal ini masyarakat Kabupaten Kulon Progo. Tata pemerintahan yang baik, bersih dan berkualitas niscaya tercipta bila tiap pegawai mampu melihat kualitas pekerjaan mereka dengan bercermin hati masing-masing. Lantas sekarang mari kita bertanya pada hati masing-masing, sudah sesuai dengan hati, jiwa dan pikiran dalam mengemban tugas dan kewajiban sebagai pelayan masyarakat?? Bagaimana dengan kualitas proses dan hasil pekerjan kita??


INSAN HIDAYAT , S.Sos
BAPPEDA KAB. KULON PROGO