Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pasar Percontohan Sentolo; Hasto: Jangan Terjadi Pasar Tumpah

  • 12 Oktober 2012 09:46:35
  • 3289 views

Pasar percontohan Sentolo mempunyai makna yang sangat besar karena dari Kementerian Perdagangan harus zero import product atau tidak ada sama sekali produk yang dijual dari barang-barang luar negeri, semua harus dari negeri sendiri, hal ini sangat mudah diucapkan tetapi sulit untuk diwujudkan. Karena meskipun belum resmi masuk pasar bebas 2015 tetapi barang-barang dari luar negeri telah membanjir di Indonesia dengan harga yang sangat murah.


Hal itu dikatakan Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Percontohan Sentolo di desa Salamrejo Kecamatan Sentolo, Kamis (11/10). Turut hadir Staf ahli Bupati, Asisten beberapa pimpinan SKPD, Camat Sentolo Ir.Aspiyah MSi dan Kades Salamrejo, serta beberapa pimpinan Bank.


"Membangun itu gampang tetapi menghidupkan tidaklah mudah, karena kita mendapatkan amanah maka menjadi beban moril untuk menghidupkan pasar ini nantinya dengan sebaik-baiknya,"kata Hasto.


Hasto menambahkan lokasi pasar percontohan sangat strategis karena dipinggir jalan nasional, sehingga sangat mendukung dalam hal promosi, sehingga kota Sentolo yang hanya beberapa kilo dan beberapa menit dari kota Yogyakarta akan berkembang pesat. Beberapa fasilitas pendukung sebentar lagi dibangun seperti RSUD Type D, Autis Center di Banguncipto, kawasan Industri di Tuksono yang akan segera berdiri pabrik traktor tangan Quick dan boneka.


"Pasar Percontohan ini meski di pinggir jalan nasional namun tidak terjadi pasar tumpah, karena lokasi masih beberapa meter dari jalan, bahkan zona parkir dengan lokasi jualan terpisah, program kita jalan nasional diperlebar 22 meter kanan kiri dan di pisah dua jalur,"terang Hasto.


Hasto juga berharap setelah selesainya pembangunan pasar ini pedagang lama di pasar Sentolo dapat memanfaatkan di lokasi baru, dan lokasi yang lama dapat dibuat taman yang indah asri guna mendukung kota Sentolo yang maju karena beberapa pengusaha juga akan membangun pemukiman.


Sementara itu Kadinas Perindag ESDM Kulonprogo Ir.Djunianto Marsudi Utomo mengatakan pembangunan pasar percontohan memanfaatkan lahan tanah kas desa Salamrejo seluas 19.025 m2 dengan sistem sewa 20 tahun . Sedangkan pembangunan tahap pertama dengan dana Rp.6 Milyar dari dana pusat Rp.5 Milyar dan APBD Rp.1,131 Milyar, sedangkan tahap berikutnya diusulkan dana Rp.9 Milyar masing-masing pusat Rp.7 Milyar, kabupaten dan propinsi masing-masing Rp.1 Milyar.


  "Pasar nantinya mampu menampung 914 pedagang, dari 214 kios dan 8 unit los untuk 700 kapling, untuk pembangunan tahap pertama ini dibangun 50 kios ukuran 5X5 meter dan 18 kios ukuran 3X5 meter, kantor pengelola pasar dan parkir roda empat,"terang Djunianto. (mc)