Mengenal dan Menanggulangi Rumors KB

  • 01 Oktober 2012 11:19:57
  • 4548 views

Masih jelas di ingatan kita, sewaktu KB masih menjadi program rintisan pemerintah tahun 1970 an dan era perluasan jangkauan tahun 1980 an, kita sering mendengar adanya berbagai berita yang bernada negatif tentang KB dan alat kontrasepsi. Saat itu, kita dengar berita dari mulut ke mulut yang menyatakan bahwa pemakaian alat kontrasepsi itu berbahaya. IUD yang dipasang dalam rahim ibu dapat "berjalan-jalan" sampai ke jantung atau paru-paru dan menembusnya sehingga dapat menimbulkan kematian. Di samping itu, IUD juga dapat menyebabkan kecacatan bayi jika si pemakai IUD mengalami kehamilan, karena IUD dapat masuk ke kepala bayi. Suntikan dan Pil KB juga pernah diberitakan dapat menyebabkan kemandulan. Tidak terkecuali juga, alat kontrasepsi Implant (Susuk KB) yang dipasang di lengan kiri seorang ibu dapat berjalan-jalan sampai ke pergelangan tangan, dada, bahkan sampai ke kepala. Kita juga pernah mendengar nada-nada sumbang bahwa KB itu haram, KB itu dosa, KB itu identik dengan membunuh bayi, dan masih banyak lagi.


Berbagai berita "bohong" tersebut, pada tahun 1970 hingga 1980 an pernah membuat "heboh" masyarakat kita terutama di pedesaan yang membuat orang menjadi "antipati" terhadap KB dan pemakaian alat kontrasepsi. Akibatnya jelas sekali. Di beberapa wilayah terutama di pedesaan KB pernah menjadi "momok" yang sangat ditakuti oleh penduduk, sehingga sering terjadi jika Petugas KB (dulu dikenal sebagai Petugas Lapangan Keluarga Berencana = PLKB) datang, mereka menanggapi dengan rasa ketakutan yang berlebih bahkan sinis dan kemudian pada akhirnya menimbulkan "rasa benci" yang amat sangat pada petugas KB. Kebencian inilah yang suatu saat dapat menimbulkan berbagai kejadian yang sama sekali di luar dugaan petugas KB. Sebagai contoh, adanya kejadian petugas KB dikejar-kejar suami si isteri yang didatangi untuk ikut KB...

Selengkapnya >>