SD Wates 4 Kerja Sama dengan Mount Tarcoola Primary School Australia

  • 01 Oktober 2012 14:24:47
  • 4191 views

SD Negeri Wates 4 sebagai satu-satunya Sekolah Dasar Rintisan Berstandar Internasional (RSBI) di Kabupaten Kulonprogo menerima kunjungan dari Mount Tarcoola Primary School Australia, masing-masing Deputi Principal of Mount Tarcoola Primary School atau wakil kepala sekolah Mrs Bridget O'Neill, dan guru bahasa Indonesia Mrs.Tiana Purba Barnard yang asli Yogyakarta dan telah 10 tahun mengajar di sekolah tersebut, serta seorang wartawan Miss Sophie Elliota.


  Kunjungan di SD yang memiliki 318 siswa ini di rencanakan selama seminggu untuk memberikan materi workshop  guru bahasa Inggris serta mengajar di kelas, yang diawali Senin (1/10). Ketiganya turut serta dalam upacara yang digelar setiap hari Senin di halaman sekolah.


  Usai mengikuti upacara bendera dilakukan penandatanganan MOA (Memory of Agreement) antara kedua sekolah, yang disaksikan Kabid TK dan SD Dinas pendidikan Kulonprogo, Sarjana,SE, Kepala UPTD Dikdas PAUD Kecamatan Watwes Drs.Suharyana,MM, dan Komite serta para guru. Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menerima bendera Australia serta cinderamata dari Mount Tarcoola Primary School Australia yang diterima Kepala sekolah Drs.Teguh Riyanta,M.Pd.. Menurut Kepala Sekolah Drs.Teguh Riyanta,M.Pd, kedatangan wakil kepala sekolah yang didampingi seorang guru adalah merupakan kunjungan balasan, karena sebelumnya dua guru di SD Wates 4 selama 3 minggu telah berkunjung di Mount Tarcoola Primary School masing-masing Arni Setyaningsih,S.Pd guru kelas 4 dan Sutarjilah guru kelas 5.


  "Kerjasama kedua sekolah ini merupakan wujud nyata kerjasama partnership antara kedua sekolah melalui Kedubes Australia, untuk mengembangkan pembelajaran di antara masing-masing sekolah, yang dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi seperti wikispace,skype dan email,"jelasnya.


  Sedangkan Mrs Bridget O'Neill, mengatakan bahwa dengan MOA ini merupakan awal sejarah bagi kedua sekolah untuk lebih menguatkan kerjasama yang baik di masa depan, meski dengan dua latar belakang budaya, benua yang beda, sehingga banyak manfaat yang diperoleh bagi kedua belah pihak maupun yang terlibat.


  "Sekolah kami di Australia siswanya banyak mencapai 657 murid, dengan 33 guru dan 18 asisten guru, yang belajar umur 4 tahun di TK dan SD kelas 7 usia 12 tahun, yang fokusnya pada ICT "jelasnya. (mc)