Fakultas Kedokteran UGM Segera KKN di Kulon Progo

  • 16 Agustus 2012 08:33:34
  • 4349 views

Dalam rangka KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat), Fakultas Kedokteran UGM berencana melaksanakan kegiatannya di Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan KKN-PPM kali ini dilaksanakan berbasis Education for Sustainable Development. Tim dari Fakultas Kedokteran memaparkan 4 proposal dari 5 proposal yang diajukan ke Pemkab Kulonprogo untuk kegiatan KKN-PPM di Gedung Joglo, Rabu (15/8).

 

Di hadapan tim dari UGM, Bupati Kulonprogo dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K) menyatakan bahwa dirinya menyambut baik kegiatan ini dan akan mengusahakan bantuan serta fasilitasi, antara lain melalui PKH dan Sarjana Masuk Desa. Untuk program yang berkaitan dengan keluarga miskin, Pemkab telah menyusun Album Kemiskinan yang akan mempermudah memfokuskan pada sasaran.

 

"Untuk kegiatan bedah rumah, diusahakan selain memperhatikan aspek sanitasi kesehatan juga bisa memperhatikan aspek artistik, yang bisa meminta bantuan dari Fakultas Teknik," kata Hasto.

 

Judul usulan yang akan diangkat dalam KKN-PPM adalah Pemberdayaan Masyarakat gakin dalam peningkatan akses layanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan peranserta masyarakat dalam mempercepat pencapaian target MDG 6, gerakan sehat anak sekolah, dan pengelolaan sampah tentang gerakan produksi bersih melalui pembuatan 100 tong sampah komposter tertanam untuk mewujudkan Kulonprogo Green and Clean.

 

Program KKN-PPM untuk meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak dilakukan secara berkesinambungan hingga masyarakat di desa, terutama yang tidak mampu, bisa mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan yang memadai (layak). Pencapaian target MDG 6 dilaksanakan melalui pencegahan dan pengendalian penyakit menular-HIV/AIDS yang difokuskan di Kecamatan Galur dan Temon yang bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam mempercepat pencapaian MDG 6, khususnya tentang HIV dan AIDS. Gerakan sehat anak sekolah bertujuan untuk melakukan deteksi dini masalah kesehatan pada anak SD, dan secara khusus untuk membantu masyarakat melakukan skrining kesehatan mata, pendengaran, dan umum serta membantu dan melatih masyarakat untuk dapat melakukan deteksi dini masalah kesehatan anak sekolah. Sedangkan pengelolaan sampah dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab, praktek/demo di masyarakat dalam pembuatan 100 tong sampah komposter, praktek di lapangan dalam pemisahan sampah, penanaman tong sampah komposter dan pengomposan.

 

Menurut dr. Yanri Wijayanti, PhD, SpPD, saat ini merupakan moment yang tepat bagi Kulonprogo karena sebentar lagi banyak kelompok yang memiliki risiko HIV/AIDS dengan dibangunnya bandara, pelabuhan, dan tambang pasir besi yang akan memasukkan banyak orang asing ke Kulonprogo. Yanri menambahkan bahwa TKI juga perlu diberi bekal pemberdayaan sebelum berangkat ke luar negeri.

 

Menanggapi hal ini, Hasto mendorong adanya penelitian yang sifatnya menyeluruh, karena dengan dibukanya pertambangan pasir besi, pelabuhan dan bandara udara, akan terjadi perubahan perilaku masyarakat. Hasil penelitian tersebut bisa dijadikan pedoman untuk memberik informasi kepada masyarakat sekaligus memberdayakan.

 

Dalam pengelolaan sampah, Hasto berharap agar setelah dilaksanakan KKN-PPM ini masyarakat khususnya di Wates dan Pengasih yang menjadi fokus kegiatan, bisa mengelola sampah secara sehat (tidak menimbulkan penyakit), mandiri (tanpa anggaran dari luar), dan produktif (bisa menghasilkan sesuatu). Selain itu, di Pendoworejo, Girimulyo ada pengolahan biogas yang bisa juga dijadikan sasaran kegiatan supaya biogas di tempat tersebut lebih berdaya guna. (mc)