Tumpeng Tiwul untuk Ulang Tahun Ke-48 Bupati Hasto

  • 31 Juli 2012 10:41:46
  • 5925 views

Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) pada hari Senin (30/7) kemarin genap berusia 48 tahun. Untuk memperingati tanggal kelahiran tersebut, Hasto menggelar acara sederhana buka puasa bersama di rumah dinasnya, dengan mengundang sekitar seratus orang tim sukses saat Pilkada lalu yang terdiri dari pimpinan dan jajaran pengurus partai yakni PDIP,PAN dan PPP serta keluarga besarnya.


Seperti diketahui dalam mengawali tugasnya memimpin Kulonprogo, Hasto prihatin dengan masih banyak warga miskin, sehingga melakukan demo yang dikenal dengan Tri Tedho(tiga pantangan) yakni tidak makan nasi, tidak minum gula selain gula asal Kulonprogo dan tidak makan buah import . Hal ini juga berpengaruh dengan acara yang juga di hadiri oleh Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo serta Kepala Kemenag Kulonprogo Drs.H.Ridwan Priyanto,MpdI. Lazimnya dalam ulang tahun uba rampe yang disiapkan berupa tumpeng dari nasi berwarna putih atau kuning, tetapi sore itu gunungan kecil di tengah pertemuan di samping lilin berangka 48 agak aneh berwarna kecoklatan, karena yang ada tumpeng tiwul dari bahan singkong sebagai menu makanan sehari-hari Hasto.


Sebelum dilakukan pemotongan tumpeng menjelang buka puasa, terlebih dahulu diadakan ceremoni acara yang diawali dengan ucapan ulang tahun oleh Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo mewakili semua yang hadir.


"Saya mewakili semua yang hadir di tempat ini mengucapkan selamat ulang tahun kepada pak Hasto yang ke-48, semoga diberkahi Alloh panjang umur, sehat lancar dalam mengemban amanah masyarakat Kulonprogo, dan nuansanya memang baru angka 8 sepertinya, saya dan Pak Hasto anak no.8, batik geblek renteng juga angka 8 direnteng-renteng, dan pada ulang tahun ini juga ada angka 8-nya,"seloroh Sutedjo.


Sementara itu Hasto dalam tanggapannya justru, merasa lebih sreg acara yang digelar adalah buka puasa bersama untuk semuanya (tim sukses) yang sebelumnya telah bekerja, telah turut serta membawa dirinya bersama pak Sutedjo memimpin Kulonprogo.


"Trimakasih sekali kepada semua yang hadir, tetapi sebenarnya saya tidak tahu kalau ada apa ini tumpeng ulang tahun segala, saya orang desa belum pernah sama sekali kok ulang tahun seperti ini, jadi baru sekali ini ada acara untuk saya, acaranya itu kan sebenarnya buka puasa bersama," kata Hasto sambil tertawa yang disambut gerrr semua yang hadir.


Sore itu memang nampak polos sekali, saat Hasto akan memotong tumpeng pun, yang diawali penyalaan lilin angka 48 oleh istrinya dr.Hj.Dwikisworo Setyowireni,Sp.A(K), ketika akan memotong tumpeng, beberapa yang hadir terutama ibu-ibu harus menginggatkan Hasto untuk meniup lilinnya terlebih dulu, baru dilanjutkan memotong tumpeng.


"Pak-pak di tiup lilinnya dulu, nanti baru motong tumpengnya,"teriak ibu-ibu yang berada di samping kiri tumpeng, yang kemudian membuat suasana menjadi gerrr kembali.


Bahkan usai memotong tumpeng yang diserahkan istrinya kemudian menciumnya, Hasto kembali membuat ketawa yang hadir.


"Waah sudah lama ya gak mencium mama, sampai lupa,"seloroh Hasto, yang juga ada yang menyambut batal lho Pak puasanya.


  Kepada semua yang hadir dalam kesempatan itu Hasto tetap berharap dukungan serta masukan kritik dan saran untuk menjalankan amanah dalam memimpin Kulonprogo. Sedangkan untuk mempercepat pembangunan di Kulonprogo dengan semangat beli dan bela Kulonprogo, karena tanpa ada roh atau semangat tersebut akan tetap saja seperti ini tidak bisa berkembang maju.(mc)