Penutupan Serangkaian Kegiatan BBGRM ke-9, HKG PKK ke-40 dan Hari Keluarga ke-19 tahun 2012 Tingkat Kabupaten Kulon Progo

  • 28 Juni 2012 20:26:51
  • 1595 views

Bupati Kulon Progo dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di Balai Desa Ngargosari Samigaluh Rabu (27/6) menutup serangkaian kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-9, Hai Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-40 dan Hari Keluarga ke-19 tahun 2012 Tingkat Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan dalam waktu duabelas hari.


Dalam serangkaian kunjungan kegiatan ini dapat dilihat secara langsung keberhasilan kegiatan pembangunan di pedesaan yang didasari semangat gotong royong. Hal ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Seperti pembangunan sarana prasarana umum, perbaikan rumah tidak layak huni. Di bidang pertanian, perikanan dan peternakan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dengan adanya perbaikan dan peningkatan sarana irigasi, peningkatan kesadaran petani dalam penggunaan saprotan serta perbaikan dan pengembangan kolam ikan.


Kepala BPMPDPKB Kulon Progo, Drs. M Rosyadududdin dalam sambutannya melaporkan bahwa hasil monitoring selama kunjungan Kerja BBGRM ke-9, HKG-PKK ke-40 dan Hari Keluarga ke-9 tahun 2012 disemua kecamatan dari berbagai kegiatan mampu menumbuhkan swadaya masyarakat sebesar Rp.38,439 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp. 7,520 milyar atau 24,33% dibandingkan tahun 2011.


Keberhasilan pembangunan di pedesaan yang didasari semangat gotong royong diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi kemiskinan yang ada di Kulon Progo. Seperti sambutan Bupati Kulon Progo sebelum menutup kegiatan tersebut.


"Bedah rumah sebagai wujud kepedulian sesama dan semangat gotong royong sudah terbukti dapat menigkatkan kesejahteraan maka perlu diteruskan." "Sumbangan yang keikhlasanya maksimal adalah bedah rumah karena tidak ada penyumbang yang menginginkan tidur bersama dengan yang punya rumah." Kelakar Hasto.


Terkait dengan bantuan dana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang akan dicabut dari pusat bupati mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan gerakan "sejuta koin". Dengan pengeloaan swadaya oleh masyarakat dari uang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan PAUD di wilayah masing-masing.