Warga Segera Pindahkan Makam Nagung ke Tayuban

  • 26 Juni 2012 15:54:10
  • 2797 views

Warga masyarakat desa Tayuban akan segera memindahkan semua makam yang berada di sisi barat laut perempatan Nagung ke makam Sasono Mulyo di pedukuhan Suko Penganti desa Tayuban, yang diperkirakan selesai sebelum bulan puasa.


  "Warga masyarakat di desa Tayuban yang kebanyakan mempunyai leluhur di makam Nagung yang berjumlah sekitar 609 kerangka akan segera dipindahkan ke makam Sasono Mulyo yang berada di desa Tayuban tepatnya pedukuhan Suko Penganti, rencana bulan Sya'ban atau ruwah ini, yang diawali dengan doa bersama di kompleks makam pada tanggal 10 Ruwah atau malam minggu mendatang,"kata Kepala Dukuh Suko Penganti, Sawal usai menerima bantuan biaya untuk memindahkan makam dari PT.JMI di halaman Puskesmas Panjatan I, Selasa (26/6).


  Penyerahan bantuan dilakukan sekaligus dalam acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)Ke-9, Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-40 dan HARGANAS Ke-19 di wilayah Kecamatan Panjatan, yang dihadiri Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) dan beberapa pimpinan SKPD serta Camat Panjatan Drs.Eka Pranyata.


  Menurut Kades Tayuban, HM.Slamet Raharjo, biaya gotong royong untuk memindahkan semua kerangka di makam Nagung sekitar Rp.38 juta, yang saat ini telah ada dana Rp.8 juta yang berasal dari PT.JMI dan salah satu pengusaha di Kulonprogo sehingga masih kekurangan biaya Rp.30 juta.


  Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyambut baik atas rencana memindahkan makam Nagung ke Desa Tayuban yang rencana akan selesai sebelum bulan puasa. Kondisi makam yang ada dipinggir jalan di perempatan Nagung kurang terawat padahal di lokasi strategis serta masuk dalam lingkup kota Wates. Sehingga setelah semua makam dipindahkan akan dibangun taman yang membuat lingkungan menjadi indah nyaman dan asri.


  Sedangkan terkait beberapa megaproyek, Hasto mengatakan bahwa wilayah Panjatan merupakan daerah penyangga karena beberapa wilayah yang bukan persawahan dapat dimanfaatkan untuk relokasi. Untuk itu di minta warga bersama-sama membantu menyongsong masa depan yang lebih baik terkait beberapa program pembangunan di Kulonprogo.


  Dalam kegiatan BBGRM di wilayah Panjatan Bupati seperti biasa menyempatkan diri memasang kontrasepsi KB susuk kepada salah satu akseptor di Puskesmas Panjatan I, kemudian meninjau beberapa pembangunan bedah rumah yakni milik Wakidi di pedukuhan III desa Panjatan dan Reben di Pedukuhan I desa Cerme yang memperoleh bantuan Rp.10 juta dari BLM PNPM-MPd, serta Suwandi di dari BAZDA Rp.10 juta.


  Meresmikan Masjid Al Khasbani di desa Panjatan yang dana murni swadaya masyarakat sebesar Rp.120 juta dan meresmikan Kelompok Ternak Ayam Buras Mitayani di desa Tayuban serta meresmikan pengolah air mineral Sarita di desa Bugel. Kemudian menyaksikan berbagai atraksi serta karya siswa seperti membatik, kriya dan olah raga serta seni di SMPN 1 Panjatan.


  Menurut Camat Panjatan Drs.Eka Pranyata jumlah bantuan pemerintah pusat, propinsi, kabupaten bahkan pemerintah desa yang mencapai Rp.3.085.931.472,- masyarakat mampu mengimbangi dengan swadaya mencapai Rp.1.933.681.500,- atau total pembangunan mencapai Rp.5.019.612.972,-.(mc)