Bupati Prihatin Warga Pentingkan Beli Motor Dibanding Rumah

  • 19 Juni 2012 08:32:55
  • 3199 views

Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) merasa prihatin dengan adanya masyarakat yang telah bergeser kepentingan dengan lebih mementingkan membeli sepeda motor bahkan motor baru dan handphone ataupun pulsa dibanding mempunyai rumah yang layak huni atau rumah sehat.


  "Sebenarnya beberapa rumah yang lantai masih tanah dinding masih bambu, ternyata punya sepeda motor bahkan motornya ada yang baru dan juga HP, jadi rumahnya tidak menjadi prioritas, padahal rumah layak tinggal yang sehat itu sangat penting, karena tidak mudah terserang penyakit, jadi jangan sampai rumah disepelekan,"kata Hasto saat kunjungan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Ke-9, Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-40 dan HARGANAS Ke-19 di wilayah Kecamatan Pengasih, Senin (18/6).


  Dalam kunjungannya Bupati yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK dr.Hj.Dwikisworo Setyowireni,Sp.A(K), beberapa kepala SKPD dan Camat Pengasih, Santoso,SIP,MSi, melihat dan turut serta bergotong-royong bersama masyarakat membangun rumah tidak layak huni (RTLH) di 8 rumah warga. Selain kegiatan bedah rumah 8 unit dari swadaya murni masyarakat, Bupati juga melakukan penebaran benih ikan Gurami di kelompok ikan Karamba di pedukuhan Blumbang, desa Karangsari, serta panen lele di kelompok ikan Mina Muda Nirwana pedukuhan Nabin desa Sidomulyo.


  Selain itu seperti biasa, Bupati yang dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan ini turut serta melakukan pasang alat KB, di Poskesdes desa Sidomulyo yakni memasang KB susuk kepada akseptor Ny. Tentrem yang beralamat di pedukuhan Banaran desa Sidomulyo.


  Menurut Hasto investasi kendaraan terutama baru sangat tidak menguntungkan karena beberapa tahun setelah pembelian nilai jual kembali pasti merosot jauh, sangat berbeda dibandingkan dengan investasi tanah ataupun rumah yang akan naik dalam waktu kedepan.


  Sedangkan terkait kegiatan BBGRM, Bupati sangat senang dengan budaya gotong -royong yang masih melekat di masyarakat Kecamatan Pengasih, yang merupakan wujud nyata masyarakat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila dari Pancasila.


  Sementara Camat Pengasih, Santoso,SIP,MSi sangat mendukung program bedah rumah bagi warga masyarakat miskin sehingga dapat mempunyai rumah yang layak huni. Untuk itu di kecamatan Pengasih menjadi program prioritas dalam beberapa tahun kedepan wilayahnya bebas dari RTLH.


  "Dengan bantuan dari pemkab, pemprop maupun pusat, dan masyarakat yang peduli kepada warga miskin, dan dilandasi semangat gotong-royong maka program kami, kecamatan Pengasih bebas dari RTLH dalam beberapa tahun kedepan,"terang Santosa yang juga pengusaha perumahan ini tanpa menyebutkan jumlah RTLH saat ini di wilayahnya.


  Kegiatan bedah rumah yang merupakan swadaya murni masyarakat sejumlah 8 unit tersebut meliputi rumah Sarono di pedukuhan Kopok Kulon, desa Tawangsari, Suyadi di pedukuhan Gunungpentul, dan Jemingan di pedukuhan Blumbang keduanya di desa Karangsari, Darmo Wiyono di pedukuhan Serang dan Sarijo di pedukuhan Girinyono keduanya di desa Sendangsari, Suwarto di pedukuhan Banaran desa Sidomulyo, Nurdin di pedukuhan Glotak desa Kedungsari dan Senijem di pedukuhan Kemiri Kulon desa Margosari. (mc)