Bedah Rumah Ngatinem di Sentolo, Bupati Turut Bedah Celengan Bambu

  • 17 Juni 2012 21:05:34
  • 2738 views

Bupati Kulonprogo,dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Minggu (17/6) melakukan kegiatan bedah rumah milik empat warga yakni Samngani di pedukuhan Dukuh, desa Janten, Kecamatan Temon, kemudian Ramijem di Kemiri desa Margosari Kecamatan Pengasih, Minem di Wijilan desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan dan Ngatinem di Banaran Lor,desa Banguncipto Kecamatan Sentolo.

 

Keempat rumah yang dibedah memperoleh bantuan dari pengusaha PT.Sinar Waluyo Onggo Hartono yang diserahkan Ny.Lita mewakili Onggo yang juga pemilik Hotel Kings di Wates, kepada penerima masing masing dibantu Rp.7,5 juta.

 

Bupati yang didampingi staf ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik Drs.R.Agus Santosa,MA dan beberapa kepala SKPD serta Camat turut serta bergotong royong membaur bersama warga masyarakat.

 

Khusus di rumah terakhir yang dikunjungi yakni milik Ngatinem di Banaran Lor Desa Banguncipto Kecamatan Sentolo, Bupati turut serta menyaksikan pembukaan celengan dari bambu yang semula menjadi salah satu tiang rumah milik lansia ini. Terdapat dua ruas dalam satu tiang bambu yang semula di lubangi untuk dijadikan tempat menyimpan uang receh. Setelah bambu di gergaji keluar uang recehan yang rata rata kepingan Rp.100,- sampai Rp.500,- dan setelah dihitung semua terkumpul Rp.99.600,-.

 

Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) merasa terharu dengan semangat menabung yang dilakukan oleh Ngatinem, yang telah menjadi contoh nyata Gerakan Sejuta Koin. Menabung dengan uang yang hanya sedikit namun kalau terkumpul beberapa bulan bahkan tahun tidak terasa sangatlah besar jumlahnya.

 

"Menabung yang dilakukan simbah Ngatinem ini harus menjadi semangat bagi warga masyarakat lainnya, dan ini adalah bukti nyata dari manfaat Gerakan Sejuta Koin,"kata Hasto.

 

Sementara itu Ngatinem mengatakan bahwa menyimpan uang receh di tiang bambu sebagai tabungan di lakukan beberapa tahun dari setiap mempunyai sisa uang setelah untuk kebutuhan sehari-hari.

 

"Nggih kulo nyimpen arto receh ming nek onten turahan kabetahan sediten mawon, kadang sedinten niku boten onten turahe, (Ya saya menyimpan uang receh hanya kebetulan kalau ada sisa, kadang dalam sehari gak ada yang ditabung),"terang Ngatinem.

Meski tidak seberapa jumlahnya, namun Ngatinem yang tidak punya pekerjaan tetap ini, uang yang diperoleh dari menabung di tiang bambu yang dijadikan celengan sangat besar nilainya.

 

Kondisi rumah Ngatinem yang tidak layak huni saat Bupati dan rombongan tiba, telah dirobohkan, dan warga masyarakat dengan gotong-royong telah memulai pembangunan rumah, beberapa bantuan juga diserahkan seperti dari UPK Kecamatan Sentolo, Pemdes Banguncipto, serta iuran dari beberapa warga pedukuhan setempat lewat ketua RT masing-masing.

 

Sementara ketika di rumah milik Minem
di pedukuhan Wijilan desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan, Hasto berharap, kepada Kepala Desa Wijimulyo Amir Mahmudi,SE mampu menyelesaikan pembangunan semua rumah yang tidak layak huni di wilayahnya yang hanya tinggal 46 rumah, dari 1.490 KK. Penyelesaian pembangunan rumah ini dengan mengakses dana dari Kementerian Perumahan Rakyat.

 

Sesuai Laporan Camat Nanggulan Drs.Jazil Ambar Was'an, jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah desa Wijimulyo paling rendah yakni 46 KK, disusul desa Jatisarono 52 KK, desa Kembang 58 KK, desa Tanjungharjo dan desa Banyuroto masing-masing 80 KK dan terbanyak desa Donomulyo sejumlah 374 KK.