KERJASAMA DENGAN PERWAKILAN BKKBN DIY; BPMPDPKB Gelar Dialog PUP di KR Radio

  • 14 Juni 2012 14:12:35
  • 2014 views

Bertempat di Studio KR Radio Wates, Kamis (14/6), BPMPDPKB Kabupaten Kulon Progo menggelar Dialog Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) kerjasama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi DIY. Dialog yang berlangsung selama 1 jam mulai pukul 09.00 - 10.00 WIB dipandu oleh Arimbi dengan menghadirkan narasumber Ka Sub Bid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDPKB Kabupaten Kulonprogo, ini mengangkat topik "Perlunya Pendewasaan Usia Perkawinan di Kabupaten Kulonprogo".


Dialog mendapat tanggapan positif dari para pendengar setia KR Radio, terbukti, banyak pertanyaan yang dikemukakan oleh mereka baik yang berdomisili di DIY maupun Jawa Tengah. Pertanyaan berkisar latar belakang perlunya PUP, berapa usia ideal menikah, masalah pacaran remaja, pendidikan kespro bagi anak sekolah dan peredaran kondom yang begitu mudah diakses oleh anak dan remaja.


Menurut Mardiya, PUP perlu disosialisasikan pada remaja karena hingga saat ini kasus pernikahan dini dan remaja hamil sebelum menikah masih cukup tinggi bahkan ada kecenderungan meningkat. Khusus untuk kasus pernikahan dini misalnya, di tahun 2011 terdapat 62 kasus pernikahan usia dini yang terdiri dari 36 kasus laki-laki yang menikah di bawah 19 tahun dan 26 kasus perempuan yang menikah di bawah 16 tahun, sementara total kasus sebelumnya hanya 36 kasus. Sementara untuk kasus remaja hamil dapat terlihat dari calon pengantin yang positif berdasarkan pp test. Di tahun 2011 paling tidak ada 11,78% dari total pasangan yang menikah telah kedapatan hamil, sementara tahun sebelumnya hanya 11,66%.
"Hal ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi, karena ini akan berdampak buruk kelak bila sudah mengarungi biduk rumahtangga. Remaja yang menikah di usia yang dini akan rentan terhadap percekcokan, perselingkuhan dan tindakan kekeraan dalam rumah tangga karena ketidaksiapan mereka dalam menghadapi masalah keluarga yang jauh lebih banyak dan kompleks dibanding ketika masih bujangan.(mardiya)