WADUK SERMO, TUAN RUMAH FESTIVAL REOG & JATHILAN III YOGYAKARTA

  • 29 Mei 2012 12:55:38
  • 2023 views

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kulonprogo bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY kembali akan menggelar agenda wisata yang sudah menjadi kegiatan rutin tiap tahun dari Dinas Pariwisata DIY, yaitu Festival Reog dan Jathilan, yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 Juni 2012 jam 09.00 di pelataran Obyek Wisata Waduk Sermo, Kulonprogo.


Festival di Kulonprogo ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya sudah diselenggarakan di Kota Yogyakarta dan Kaliurang, Sleman, dan rencananya tahun depan akan diselenggarakan di Gunungkidul.


Dalam konferensi pers di Mediacenter Kabupaten Kulonprogo, Selasa pagi (29/05), Ir. Heri Lancono, CES, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi DIY, menjelaskan bahwa festival kali ini mengambil tema "Pengembangan Kesenian Tradisional sebagai Aset Wisata Budaya yang Berpijak pada Kearifan Lokal", dan bertujuan untuk mempromosikan nilai seni tradisi sebagai salah satu aset budaya bangsa, memberikan tradisi kesenian tersebut sebagai sajian pariwisata, dan memberikan wadah berekspresi dan berkreasi pelaku seni budaya sehingga diharapkan mampu mengembangkannya.


Menurut Muh. Haliem, SH, Kepala Seksi Analisa Pasar Dinas Pariwisata DIY, kegiatan ini akan diikuti oleh 12 peserta perwakilan kabupaten/kota se DIY, yang terdiri dari 6 peserta reog dan 6 peserta jathilan. Dalam festival tersebut, 3 kelompok reog dan 2 kelompok jathilan dari Kulonprogo akan ikut berpartisipasi, yaitu reog Eko Karti Budhoyo, reog Sekar Budhoyo, reog Sekar Arum, jathilan Turonggo Mudho Susilo, dan jathilan Laras Mudo Budoyo.


Heri menambahkan bahwa juara I hingga juara harapan III akan mendapatkan trophy, piagam, dan uang pembinaan antara Rp 5 juta hingga Rp 2 juta. Dalam festival tersebut unsur yang dinilai terdiri dari kesesuaian tema, kreatifitas, nilai edukasi, penyajian, atraktif, dan keselarasan. Waktu penyajian 20 menit dengan toleransi 5 menit, personel maksimal 30 orang termasuk pengrawit. Tim juri berasal dari pakar seni UNY, ISI, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, dan Dinas Pariwisata Provinsi DIY.


Selain festival, Disbudpar DIY juga bekerja sama menyelenggarakan jelajah wisata alam yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 8 Juli 2012 di Pantai Glagah Indah, Kulonprogo.


Eko Wisnu Wardhana, S.E menjelaskan bahwa jelajah wisata tersebut terbuka untuk umum dan bertujuan mengenalkan obyek wisata di Kulonprogo yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan juga memiliki ciri khas yang unik dan belum dikenal oleh khalayak ramai.


Haliem mengatakan bahwa pendaftaran akan dibuka dari tanggal 7 Mei sampai dengan 7 Juli 2012. Sedangkan kepesertaan dilakukan secara perorangan dengan biaya pendaftaran Rp 25 ribu yang dikelola oleh event organizer. Peserta akan mendapatkan fasilitas snack, kaos, undian doorprize, dan asuransi.


"Peserta dalam jelajah wisata alam 2012 ini kita targetkan 2500 peserta, dan saya yakin itu akan tercapai, karena pengalaman tahun-tahun yang lalu peserta selalu melebihi target. Peserta boleh berasal dari DIY maupun luar DIY karena kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum, baik pelajar, mahasiswa, maupun para pecinta alam," tutur Haliem pada konferensi pers di Mediacenter Kulonprogo.


Peserta akan menempuj jarak sekitar 6,5 km dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Start dan finish dilaksanakan di dermaga wisata Pantai Glagah pukul 08.00 WIB. Jalur wisata trekking tersebut berupa jalan desa, jalan setapak, melalui pekarangan dan lahan pertanian pantai di sepanjang Pantai Glagah.


Di akhir acara, kupon doorprize akan diundi untuk memperebutkan 2 unit sepeda motor, 4 unit sepeda gunung, 4 unit TV 21", 6 handphone, 4 DVD player, dan 6 buah kipas angin. Bagi masyarakat yang berminat bisa mendaftar di Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo, Tourist Information Center (Malioboro), dan Dinas Pariwisata DIY.


Di sela-sela konferensi pers, Eko Wisnu mengajak pada para pengrajin ataupun masyarakat Kulonprogo supaya memanfaatkan event-event pariwisata untuk menjual produk khas Kulonprogo mereka, sehingga bisa meningkatkan perekonomian selain memperkenalkan kekhasan Kulonprogo pada masyarakat luar DIY.(mc)