PETINJU HERI ANDRIYANTO MENUJU KEJUARAAN INTERNASIONAL

  • 30 April 2012 13:11:35
  • 2403 views

Sekitar separuh bulan menjelang kejuaraan tinju internasional yang akan berlangsung di Korakuen Hall, Tokyo, Jepang, persiapan petinju berbakat Kulonprogo, Heri Andriyanto dinilai kurang optimal. Padahal, untuk menuju ke jenjang internasional, Heri memerlukan beberapa program latihan tambahan.

Hal tersebut diungkapkan pelatih sekaligus pembina tinju Kabupaten Kulonprogo, Ferdinand Kuahaty saat bersilaturahmi di Mediacenter Kulonprogo, Senin (30/04). Selain itu, Ferry, panggilan Ferdinand Kuahaty, menilai kinerja KONI Kulonprogo masih lambat dan kurang profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai induk dan pembina cabang olahraga.

"Seharusnya KONI lebih memahami pola pembinaan olahraga yang ideal dengan konsep kesinambungan dan berkelanjutan, namun sampai bulan kelima persiapan Heri Andriyanto ke Jepang, KONI belum bisa memastikan kepada cabang olahraga (tinju-red.) kapan keluarnya dana pembinaan dan kompetisi kepada cabang olahraga," lanjut Ferry.

Menurut Ferry, faktanya cabang olahraga tinju sudah memulai kegiatannya dengan dana sendiri maupun mencari talangan dana untuk mendukung kegiatan. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi jalannya program latihan cabang olahraga yang giat melakukan pembinaan.

Akhir-akhir ini organisasi tinju Kulonprogo telah melaksanakan empat event, baik setingkat wilayah maupun nasional. "Kami berharap perhatian pemerintah melalui SKPD yang membidangi olahraga prestasi terkait dengan kondisi ini, kepada KONI kami juga berharap kepastiannya memberi dukungan kepada cabor," harap Ferry.

Heri Andriyanto, petinju berbakat Kulonprogo saat ini sedang melakukan persiapan terkait dengan majunya ke kancah pertinjuan internasional yang digelar di Korakuen Hall , Jepang 17 Mei mendatang. Di Korakuen Hall, Heri Andriyanto akan melawan petinju Jepang berusia 26 tahun, Shuhei Tsuchiya di kelas welter yunior 63,5 kg. Di kalangan petinju profesional kelas welter yunior, Shuhei dikenal sebagai petinju spesialis KO, karena sebagian besar dari 12 pertandingan profesional dari tahun 2009 hingga 2012 dimenangkan melalui KO atau TKO.

Pertandingan di Jepang ini adalah kedua kalinya setelah pada pertengahan tahun 2009 Heri mengalami kekalahan melawan Yoshihiro Kamegai, di tempat yang sama.

Sebulan ini, Heri menjalani persiapan fisik dan teknik, untuk meningkatkan speed endurance dan strategi bertanding. Namun karena kekurangan dana, rencana pertandingan uji coba atau sparing urung dilaksanakan, meskipun hal tersebut sangat bermanfaat untuk mengukur kemajuan atlit. Namun spirit terus diberikan kepada Heri untuk tetap memaksimalkan usaha, karena tinju profesional kali ini memiliki nilai jual untuk maju ke jenjang yang lebih tinggi.

Menutup pembicaraan, Ferry memandang dana yang dikucurkan kepada KONI Kulonprogo sudah cukup besar, hanya pengelolaannya saja yang belum proporsional dan kurang profesional sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada pencapaian prestasi.(mc)