KUNJUNGI BULOG KULON PROGO, DAHLAN ISKAN EMOH DIDEKATI MEDIA

  • 30 Maret 2012 10:08:08
  • 1661 views

Meski sangat memahami dan mengerti dengan tingkah polah para wartawan yang terus membututi setiap langkahnya, sehingga terasa akrab, namun kadang kala Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, jengah dengan keberadaan wartawan. Ketika sampai di Gudang Bulog Kulonprogo, Kamis pagi (29/3), dalam kunjungan kerja di kabupaten paling barat propinsi DIY untuk melihat langsung program Pro Beras dari PT.Sang Hyang Sri (SHS), mantan bos Jawa Pos ini tak mau didekati awak media.

  "Saya mau ngobrol dulu dengan Pak Supratman yang punya Gedung Bulog ini, jangan dekat-dekat saya dulu, kalau pak Wakil Bupati boleh gak apa-apa," kata mantan Dirut PLN, usai olahraga jalan pagi keliling persawahan dan menyaksikan tanam padi program Pro Beras di bulak Seworan Triharjo Wates.
 
  Setelah obrolan usai dan meninggalkan gedung Bulog, Wakil Bupati Kulonprogo, Drs.H.Sutedjo mengatakan beliau Pak Dahlan Iskan tadi sangat senang dan bangga dengan kegiatan yang telah dilakukan oleh Pemkab dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kulonprogo yang menyediakan beras untuk kebutuhan para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

  " Beliau ingin tahu tentang kondisi pangan terutama beras di Kulonprogo, Saya jelaskan latar belakang beras PNS yang disuplai Gapoktan, yang juga beliau menanyakan harganya bagaimana dan lain-lainnya, yang sangat senang dengan program tersebut, dan karena sangat tertarik maka berkenan akan meninjau langsung di salah satu gapoktan nanti di antarkan ke Gapoktan Panca Manunggal Sogan yang lokasinya dekat dengan Bulog ini "kata Sutedjo.

  Catatan lainnya, Dahlan juga tidak ingin kunjungannya diistimewakan, sehingga menganggu kepentingan umum. Ini terjadi usai meninjau Gudang Bulog yang berada di tepi jalan nasional Yogya-Jakarta, Dahlan dan rombongan kembali ke rumah warga yang digunakan sebagai tempat menginap semalam dengan jalan kaki, beberapa petugas kepolisian yang telah siaga di ruas jalan itu menghentikan semua kendaraan yang lewat sesaat setelah Dahlan dan rombongan keluar Bulog. 

  Mendengar suara peluit pak polisi dan beberapa kendaraan yang berhenti memanjang, Dahlan meminta kendaraan untuk terus tidak perlu di stop, biar dirinya dan rombongan yang minggir di tepi jalan.

  "Sudah biar jalan saja kendaraanya, tidak usah distop, jangan sampai menganggu perjalanan mereka, kita saja yang ngalah, jalannya dipinggir saja,"pinta Dahlan. (mc)