Wisatawan Meningkat, Pemkab Kulon Progo Beri Layanan Asuransi Pengunjung

  • 29 Maret 2012 13:13:07
  • 1492 views

Sebagai pemilik dan pengelola obyek wisata di Kabupaten Kulonprogo, Pemkab wajib melindungi setiap pengunjung obyek wisata di Kulonprogo. Untuk itu Pemkab Kulonprogo diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga, Eko Wisnu Wardhana mengadakan perjanjian kerjasama dengan BUMN penyedia jasa asuransi, PT Jasaraharja Putera, yang diwakili oleh Kepala Cabang Jasaraharja Putera Yogyakarta, D. Tatag Swasana.

Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani bersama di Gedung Joglo, Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Kulonprogo Kamis pagi (29/03) disaksikan oleh Wakil Bupati Kulonprogo, Drs. H. Sutedjo.

"Ke depan saya menaruh harapan besar bahwa dengan adanya asuransi ini, geliat pariwisata Kulonprogo meningkat secara signifikan. Walaupun demikian, kami tidak mengharapkan adanya musibah atau kecelakaan yang dialami oleh pengunjung, namun apabila terjadi hal yang tidak diharapkan, maka pengunjung akan mendapatkan santunan dari jaminan asuransi," tutur Sutedjo.

Lebih lanjut Sutedjo meminta Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kulonprogo agar dapat mensosialisasikan keberadaan asuransi ini memalui berbagai media, sehingga masyarakat yang berkunjung ke berbagai obyek wisata di Kabupaten Kulonprogo memahaminya.

"Dengan demikian apabila terpaksa mengalami musibah/ kecelakaan ketika berkunjung di obyek wisata, bisa mendapatkan haknya dari klaim asuransi sesaui dengan peraturan yang berlaku," tambahnya.

Wabup juga menekankan agar Dinbudparpora selaku pelaksana teknis agar cermat dan teliti dalam menangani sebuah kejadian, jangan sampai ada oknum yang menggunakan kesempatan untuk menyalahgunakan asuransi ini.

Dalam perjanjian kerjasama tersebut PT Jasaraharja Putera (PT JP) sanggup memberikan jaminan pertanggungan kepada pengunjung objek wisata atau ahli warisnya yang mengalami kecelakaan di 7 obyek wisata Kulonprogo, yaitu Pantai Glagah, Pantai Congot, Pantai Trisik, Goa Kiskendo, Puncak Suroloyo, Waduk Sermo, dan Kolam Renang Tanjungsari.

Menurut Eko Wisnu Wardhana, meskipun yang tertulis dalam perjanjian kerjasama hanya 7 obyek wisata, namun tidak menutup obyek wisata lain yang tidak tercantum bisa dimasukkan dalam jaminan pertanggungan selama obyek wisata tersebut ditarik retribusi oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, mengingat jumlah wisatawan beberapa tahun terakhir terus meningkat.

Eko menambahkan bahwa perjanjian ini dilaksanakan untuk jangka waktu 5 tahun sejak tanggal 1 Januari 2012 - 31 Januari 2016. Pelayanan asuransi kecelakaan bagi pengunjung obyek wisata kabupaten Kulon Progo telah dilakukan sejak tahun 2006 yang lalu. Penyelenggaraannya dilakukan bekerjasama dengan perusahaan nasional PT JP dikukuhkan dengan perjanjian kerjasama secara tertulis dalam jangka waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2011.

Pemkab Kulonprogo sepakat membayarkan premi jaminan sebesar Rp 100,- per orang/pengunjung setiap kali memasuki obyek wisata yang dibayarkan tiap bulan. Perhitungan jumlah pengunjung obyek wisata didasarkan pada jumlah karcis retribusi masuk yang terjual.

Besarnya jaminan pertanggungan yang akan diberikan oleh PT JP terhadap pengunjung obyek wisata Kulonprogo yang mengalami kecelakaan adalah Rp 2.500.000,- (meninggal dunia), maksimum Rp 2.500.000 (cacat tetap), maksimum Rp 1.000.000,- (biaya perawatan),dan Rp 250.000,- bila meninggal dunia tanpa ahli waris (biaya penguburan). Klaim dapat diajukan paling lambat 90 hari sejak kecelakaan.

Namun jaminan pertanggungan tersebut tidak diberikan antara lain kepada peserta yang memakai obat terlarang, pengemudi kendaraan tanpa SIM, pelaku kejahatan, mengikuti olahraga yang berbahaya atau bela diri, dan peserta yang melakukan bunuh diri.

Dalam acara tersebut juga diserahkan kepedulian PT JP terhadap para penarik retribusi dan petugas SAR dengan memberikan kartu asuransi sebagai tanda perlindungan asuransi terhadap mereka. PT JP berkomitmen memberikan 124 kartu asuransi yang terdiri dari 54 petugas SAR dan 70 petugas penarik retribusi.

Menurut Tatag, asuransi yang diberikan kepada petugas SAR dan penarik retribusi berlaku 24 jam, baik dalam dinas maupun di luar dinas di seluruh Indonesia. Pemberian asuransi ini merupakan salah satu penghargaan PT JP kepada petugas yang membantu melindungi wisatawan di obyek wisata. Selain itu, PT JP juga akan memberikan bantuan jaring pengaman beserta talinya di obyek wisata yang memerlukannya. (mc)