MENDEKATI KENAIKAN HARGA BBM, SPBU TAK LAYANI PENGECER

  • 28 Maret 2012 08:29:27
  • 1556 views

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM (Diperindag ESDM) Kulonprogo Ir.Djunianto Marsudi Utama mengatakan sesuai hasil pertemuan dengan 10 pengelola SPBU yang ada di Kulonprogo, untuk mencegah terjadinya penimbunan menjelang tanggal pelaksanaan kenaikan BBM, para pengecer yang membeli dengan jerigen di SPBU tidak dilayani pada H-2 dan H+2.


  "Sudah ada kesepakatan pengelola 10 SPBU se-Kulonprogo tidak melayani pengecer mendekati kenaikan harga BBM 1 April nanti, H-2 dan H+2 merupakan momentum yang rawan terjadinya penimbunan, baik yang dilakukan oleh pengecer, maupun oleh masyarakat non pengecer, Itulah kenapa, kami bersepakat bahwa hari-hari tersebut pengecer tidak boleh membeli di SPBU," kata Djunianto, Selasa (27/3). 

  Pengelola SPBU Wates M.Dalduri,SE,menambahkan penutupan pelayanan tersebut memang hanya diperuntukkan bagi pembeli yang menggunakan jeriken yang tujuan pembeliannya diperuntukkan bagi kepentingan komersil. Sedangkan bagi pembeli yang meski membeli dengan menggunakan jeriken namun bukan untuk kepentingan komersil, pihaknya tetap bisa melayani. "Kalau beli untuk dipakai sendiri kami bisa melayani. Seperti misalnya pembelian BBM untuk bahan bakar genset, traktor bagi petani atau rumah sakit misalnya," katanya.

  Dalduri yang juga menjabat sebagai Direktur Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha tersebut, mengatakan jika dibandingkan dengan awal bulan lalu jumlah pengecer yang membeli di SPBU yang dikelolanya semakin bertambah. Hingga kini, dikatakannya, setidaknya 100 pengecer setiap harinya membeli di SPBU milik pemda ini.

  Ditambahkannya , sejak sebulan terakhir pula, omset yang diperolehnya pun meningkat lebih dari 10%, khususnya dari kendaraan roda 2. Hal itu diakuinya lantaran diberlakukannya pembatasan terhadap pengecer, maka, kendaraan roda dua pun terpaksa memilih membeli BBM di SPBU.Karena mau beli di pengecer, stok mereka terbatas.

Adapun terkait dengan kenaikan omset tersebut, diakuinya, dalam sehari yang biasanya hanya bisa menghabiskan 20.000 liter, kini dengan adanya pemberlakukan kebijakan pembatasan pembelian untuk pengecer, omsetnya mengalami kenaikan setidaknya 2.000 liter per hari.

  Kapolres AKBP K.Yani Sudarto menegaskan bahwa untuk menghadapi kenaikan harga BBM sesuai dengan kesepakatan, pihaknya akan menggelar pos pengamanan di masing-masing SPBU pada Selasa (27/3) hari ini. 

  Adapun jumlah personil, dirinya mengaku tidak akan menempatkan jumlah personil secara berlebihan untuk keperluan pengamanan tersebut. Setidaknya di masing-masing SPBU, pihaknya hanya menempatkan 2 orang personil berseragam dengan didukung oleh patrol mobile dari unit Sabhara. "Karena di Kulonprogo sendiri, selama ini memang kondisinya masih relatif kondusif," jelasnya.(mc)