MESKI JUMLAH PENYULUH TERUS MENYUSUT; Peserta KB Aktif Kulonprogo Naik 0,89%

  • 24 Januari 2009 00:00:00
  • 2322 views
Meskipun jumlah personil Penyuluh KB terus berkurang, namun pencapaian Peserta KB Aktif (PA) Kabupaten Kulonprogo dapat dipertahankan, bahkan mengalami kenaikan sebesar 0,89%. Bila di akhir tahun 2007 persentase PA hanya 74,45%, pada akhir tahun 2008 naik menjadi 75,34% dari total Pasangan Usia Subur (PUS) yang ada. Jumlah PUS yang ada saat ini mencapai 65.899 PUS, sementara jumlah PA sebanyak 49.651 PUS dengan rincian pengguna IUD 14.499, MOW 2.888, MOP 503, Implant 5.378, Suntik 20.274, Pil 4.572 dan Kondom 1.537.
Demikian dikatakan oleh Kabid KB Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo Drs. HM Dawam, kepada KR di kantornya, Jumat (24/1). Lebih lanjut dijelaskan oleh HM Dawam, dibandingkan dengan jumlah Permintaan Pemenuhan Masyarakat (PPM) atau target yang telah disepakati dengan BKKBN Provinsi DIY, pencapaian PA untuk tahun 2008 adalah sebesar 97.44% karena target yang ditetapkan sebanyak 50.957 PUS. Tidak tercapainya 100% target, karena untuk tahun 2008 target yang diberikan mengalami kenaikan cukup besar dibanding tahun 2007 lalu. Bila ditahun 2007 target PA hanya 49.969 PUS, di tahun 2008 mencapai 50.957 PUS yang berarti diharapkan ada kenaikan PA sebanyak 988 PUS. Sementara pada tahun-tahun sebelumnya kenaikannya hanya sekitar 700 ? 800 PUS.
Dalam hal perolehan Peserta KB Baru (PB), Ka Sub Bid Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Drs. Warsidi, memaparkan bahwa sepanjang tahun 2008 diperoleh PB sebanyak 5.805 PUS dengan tingkat kemandirian 57,43%. Pencapaian ini secara kuantitatif meningkat dibandingkan dengan pencapaian tahun 2007 yang hanya sebanyak 5.475 PUS dengan tingkat kemandirian sebesar 54,59%. Ini merupakan hasil kerja keras segenap pengelola Program KB baik di tingkat Kabupaten maupun Kecamatan serta dukungan dari Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang terdiri dari Koordinator PPKBD, PPKBD, Sub PPKBD dan Kelompok KB KS.
Menanggapi hasil yang dicapai dalam hal kesertaan KB selama ini, Ka Sub Bid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana & Kesehatan Reproduksi Bidang KB Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana, Drs. Mardiya, menyatakan bahwa masih banyak terdapat celah untuk dapat meningkatkan pencapaian PB, PA dan tingkat kemandirian. Salah satunya adalah dengan peningkatan frekuensi dan intensitas penyuluhan/KIE kelompok maupun individu melalui kunjungan dari rumah-ke rumah. Sasaran diutamakan pada PUS muda yang telah memiliki dua anak maupun mereka yang memiliki anak satu tetapi ingin menunda kelahiran anak keduanya.
?Walaupun sekarang ini informasi tentang KB telah dikenal oleh masyarakat luas, namun PUS muda tidak boleh lepas dari pembinaan Penyuluh KB maupun kader IMP. Apalagi jumlahnya menurut hasil Pendataan Keluarga 2008 tidak kurang dari 14.935 PUS. Mereka ini sangat berpotensi untuk menaikkan angka kelahiran di Kulonprogo terlebih belakangan ada tanda-tanda sebagian PUS muda menginginkan anak lebih dari dua,? kata Mardiya.