BUPATI AKUI DATA ALBUM KEMISKINAN PERLU DIREVISI

  • 25 Januari 2012 16:15:30
  • 1284 views

Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) mengakui hasil pendataan Keluarga Miskin yang diluncurkan beberapa waktu lalu yang dikemas dalam Album Kemiskinan masih banyak kekurangan dan kekeliruan, sehingga masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk perbaikan yang akhirnya menjadi data yang valid sebagai rujukan untuk pengentasan kemiskinan.

Hal itu dikatakan Bupati pada saat pemaparan hasil pendataan keluarga 2011, di Gedung Kaca, Rabu (25/1) yang dihadiri Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo, Staf Ahli Bupati, beberapa kepala SKPD, seluruh Camat, Kades dan beberapa petugas pendata di pedukuhan.

“Meskipun data telah selesai, namun adanya kekeliruan, kritik harus diterima dengan lapang dada, sehingga pendataan menjadi lebih baik, karena data kemiskinan luar biasa pentingnya, mengutip pidato SBY beberapa waktu lalu bahwa tugas yang utama seorang pimpinan di daerah itu menanggulangi kemiskinan,”terang Hasto.

Meskipun telah disediakan website untuk mengakses data miskin, namun Bupati minta setiap dukuh sebagai ujung terdepan yang mengetahui warganya untuk diberikan printout/fotocopy data perpedukuhan se-Kulonprogo.

Sedangkan Kepala Bappeda Ir.Agus Langgeng Basuki menjelaskan dalam melakukan pendataan menggunakan dasar 16 indikator kemiskinan lokal sesuai dengan Perbup No.39 tahun 2011, yang hasilnya dikategorikan menjadi empat kriteria meliputi sangat miskin, miskin, hampir miskin dan tidak miskin, dengan menyebar quisioner ke Kepala Keluarga (KK).

Dalam hasil akhir yang diketahui dukuh, petugas pendataan juga respoden yang bersangkutan, yang masuk dalam Album Kemiskinan mereka yang masuk kriteria sangat miskin dan miskin.

Menurut Langgeng, quisioner yang telah disebar mencapai 122.936 lembar, namun yang masuk hanya 91.307 lembar dengan 122.620 KK, hasilnya 7.72% sangat miskin, 16.92% miskin, 31,15% hampir miskin dan 44,21% tidak miskin.

Untuk mengakses data tersebut masyarakat dapat membuka di website pemkab Kulonprogo, dan melakukan masukan kritik saran melalui sms 087839411858.

Dalam kesempatan itu, Dalijan Kades Hargowilis mempertanyakan adanya KK yang suami istri pensiunan kepala sekolah namun masuk kategori miskin yakni pasangan Pardi dan Ponirah yang beralamat di pedukuhan Tegiri Rt.58 Rw.21, dan setelah di cek ternyata memang masuk database yang ditampilkan dilayar saat itu masuk kriteria sangat miskin.

Adanya data yang meragukan ini, Bupati menyampaikan terimakasih terhadap masukannya sehingga bisa dilakukan penghapusan data, yang dilain desa bahkan orang yang meninggal telah 1000 harinya masih masuk database.

Adanya ketidakakuratan data memang sempat menjadi perbincangan semenjak Album Kemiskinan diluncurkan, yang disinyalir tidak semua dukuh dilibatkan dalam pendataan seperti di pedukuhan Blumbang, desa Karangsari sehingga dimungkinkan petugas pendataan hanya menggunakan data yang lama.

“Saya belum pernah di datangi petugas untuk pendataan Keluarga sebagai dasar Pak Bupati menyusun Album Kemiskinan, jadi kalau disuruh mau merevisi, data- data warga saya yang masuk kategori miskin belum tahu saat ini,”kata Subandiyo dukuh Blumbang, Karangsari, Pengasih.(mc)