PEMKAB SIAP TANGANI KORBAN BENCANA ALAM

  • 24 Januari 2012 13:39:05
  • 1282 views

Berbagai bencana alam yang terjadi sepanjang musim penghujan beberapa waktu lalu berupa bencana tanah longsor dan banjir telah mengakibatkan kerusakan terhadap rumah warga, serta kerusakan fasilitas umum seperti jalan dan bangunan sekolah, terutama di wilayah perbukitan Menoreh.

Adanya beberapa kerusakan yang terjadi akibat bencana alam tersebut, Bupati Kulonprogo telah mengumpulkan beberapa camat untuk melaporkan dan melakukan pendataan serta bagaimana penanganan pasca bencana.

“Beberapa hari yang lalu, Saya telah menggelar pertemuan dengan para Camat yang wilayahnya terjadi bencana alam dan SKPD terkait seperti BPBD, Dinsosnakertrans, Dinas PU dan DPPKA , untuk melaporkan hasil pendataan dan mekanisme penanganan pasca bencana,”terang Hasto di sela-sela melakukan kunjungan lapangan di desa Purwosari, Girimulyo, Senin (23/1).

Menurut Hasto,yang juga langsung meninjau lapangan serta menyerahkan bantuan saat terjadi bencana, dari laporan yang masuk diantaranya kerusakan beberapa talud yang mengancam jalan seperti di Nyemani dan Wonogiri di Kecamatan Samigaluh, serta jalan ambles 50 meter sepanjang 10 meter di Banjaran Kalibawang.

Selain itu kerusakan beberapa bangunan sekolah meliputi SD Suroloyo, SD Madigondo, SD Giripurwo I, dan SMK Bopkri Banjarasri Samigaluh.

Beberapa rumah yang rusak berat sehingga harus dilakukan relokasi dan perbaikan juga kematian hewan peliharaan seperti kambing dan sapi.

Terkait anggaran untuk bencana alam, Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Asset (DPPKA) Dra.Yuriyanti,MM mengatakan dalam pos APBD 2012 telah mengalokasikan dana tak terduga sebesar Rp.16,1 milyar untuk bencana alam, sosial, dan antisipasi pembayaran kelebihan dana sertifikasi, sehingga khusus untuk bencana alam dari pos APBD ini efektifnya sekitar Rp.9 Milyar.

Terpisah Ketua Pelaksana BPBD Kulonprogo, Drs.Untung Waluyo mengatakan untuk mempercepat penanganan korban bencana alam ini, perlu segera dibentuk TRC (Tim Reaksi Cepat) dan TKC (Tim Kajian Cepat), sehingga pencairan dana bantuan bagi korban bencana tidak membutuhkan waktu yang lama seperti sekarang, namun diharapkan lebih cepat misalnya empat hari cair bahkan kedepan bisa on call atau siap cair begitu ada bencana.

Sementara Kadinas Sosnaketrans Drs.Riyadi Sunarto mengakui banyaknya bencana alam yang terjadi pada bulan Desember dan Januari mengakibatkan bufferstock di gudang khususnya beras telah habis, yang ada tinggal lima ton cadangan beras pemerintah namun sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan, 35 dos Sarden, dan 14 dos minyak goreng, sedangkan mie instan sejak awal tidak ada.

Kadinas PU Ir.Sukoco menyarankan untuk memperbaiki beberapa ruas jalan serta bangketan diperlukan waktu setelah musim hujan selesai, sehingga kondisi benar-benar telah aman.

Sementara ini untuk meminimalisir beberapa jalan yang terancam rekahan tanah diharapkan pepohonan yang dimungkinkan longsor menutup jalan maupun rumah ditebang untuk mengurangi beban tanah yang sangat mudah bergerak atau longsor tersebut. (mc)