BUPATI SERAHKAN BANTUAN PERALATAN PKL; Dinas Harapkan Membantu Pemasaran

  • 24 Januari 2012 08:11:25
  • 1169 views

Sektor industri kecil di Kabupaten Kulonprogo mampu memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yaitu mencapai 15,10%, sesuai data BPS tahun 2009.

Hal ini membuktikan bahwa sektor industri kecil juga merupakan motor penggerak pertumbuhan perekonomian di Kulonprogo.

Sektor industri kecil telah terbukti memiliki daya tahan yang kuat, hal ini ditunjukkan pada saat krisis ekonomi, sektor industri kecil tetap eksis, dibandingkan dengan industri besar yang banyak gulung tikar.

Hal ini dikatakan Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) ketika menyerahkan bantuan Hibah Peralatan Bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM), Bantuan Modal Bagi Pedagang Kaki Lima (PKL), serta Melepas Purna Tugas Karyawan Dinas Perindag dan ESDM Kabupaten Kulonprogo, di Dinas setempat, Jum’at (20/1).

Bantuan secara simbolis diterima PKL Siap maju Sentolo, Subardi pedagang Siomay di Margosari, Bengkel Motor Kawan Lama Giripeni Wates, Kelompok Olahan Kayu dan Mebel Handarbeni Bendungan Wates, dan Las Karbit Abadi Giripeni Wates.

Acara dihadiri Kadinas Perindag dan ESDM Ir.Djunianto Marsudi Utomo, Kepala Kantor Kesbanglinmas Drs.Suwarno dan Camat Wates Dra.Sri Utami, M.Hum.

“Sektor industri kecil ternyata juga mampu menyerap tenaga kerja yang berimplikasi mereduksi tingkat pengangguran.

Untuk itu, sudah sepantasnyalah sektor industri kecil ini mendapatkan perhatian yang proporsional.

Agar dapat membawa multiplier efect yang positif, diperlukan strategi khusus yang terpadu dan tersinergi dari stake holder yang ada (Pemerintah, Swasta, dan masyarakat) sehingga sektor industri kecil dapat menjadi salah satu lokomotif pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kulonprogo,”katanya.

Hasto berharap dinas turut serta membantu pemasaran hasil dari kelompok pengrajin, sehingga usaha dapat berjalan dengan baik dan sukses.

Selain itu pelayanan menjadi kunci utama suksesnya para pedagang seperti yang dilakukan di daerah lain.

“ PKL di wilayah lain sukses kuncinya pada pelayanan, janganlah mengambil untung banyak dengan pembeli yang terbatas, tetapi sedikit namun pelanggannnya banyak sehingga usahanya terus berkembang,”pinta Hasto.

Sementara itu Kadinas Perindag ESDM Ir.Djunianto MU menjelaskan bantuan yang diserahkan berasal dari Perindag propinsi dan Perindag Kulonprogo tahun 2011 yang nilainya mencapai Rp.8 Milyar lebih.

Bantuan dari propinsi berupa peralatan PKL untuk warung tenda lengkap, sedangkan dari kabupaten diantaranya berupa peralatan mesin pertukangan, alat cetak batako, mesin Molen, dongkrak, kompor gas, dan mesin kompressor.(mc)