MENYOAL PENYALAHGUNAAN OBAT TERLARANG OLEH REMAJA

  • 18 Januari 2012 13:43:37
  • 6023 views

Bentuk perilaku sebagian remaja yang cukup mencemaskan kalangan orangtua  dan masyarakat umum sekarang ini adalah penyalahgunaan obat terlarang/narkoba. Istilah penyalahgunaan obat merujuk pada pengertian setiap penggunaan obat yang menyebabkan gangguan fisik, psikologis, ekonomis, hukum atau sosial, baik pada individu pengguna maupun orang lain sebagai akibat tingkah laku pengguna obat tersebut. Sebenarnya alkohol yang terkandung dalam minum-minuman keras termasuk dalam kategori ini, karena alkohol termasuk kategori depressan yang merupakan obat yang dapat mengurangi rasa cemas dan membuat tertidur (sedatif). Namun alkohol dapat menyebabkan ketergantungan secara fisik maupun psikologis.

Secara spesifik I Gusti Lanang Sidiartha dan I Wayan Westa (dalam Soetjiningsih, 2004) mengklasifikasikan zat atau obat yang sering disalahgunakan orang termasuk remaja adalah sebagai berikut:

Pertama, Cannobinoids, yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah marijuana dan hashish.

Kedua, Depressan, yang termasuk kategori ini adalah: (1) Sedatif, obat untuk mengurangi rasa cemas dan membuat tertidur (alkohol, barbiturat, methaqualohe/qualude, gluthetimide/doriden, flunitrazepam/rohipnol, gamma-hydroxybutyrate/GHB); (2) Tranquilizer minor, obat untuk mengurangi rasa cemas serta dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis(diazepam/valium, alprazolam/xanax, chlordiazepoxide/ librium, triazolam/halcion dan lorazepam/ativan); (3) Transquilizer mayor (fenotiazin dan klorpromazin).

Ketiga, Stimulan, yang dapat menyebabkan ketergantungan psikologis yang sangat kuat. Yang termasuk kategori ini adalah: (1) Amfetamin, yang termasuk kelompok ini adalah clandestin, methamphetamine, pharmaccutical, dll (2) Nikotin (3) Kafein (4) Kokain (5) Ritalin.. Selengkapnya>>