2012, PEMBINAAN PIK REMAJA AKAN DIINTENSIFKAN

  • 18 Januari 2012 12:43:10
  • 2759 views

Selama tahun 2012, pembinaan terhadap Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di Kulonprogo baik jalur sekolah maupun non sekolah akan semakin diintensifkan.

Pertimbangannya, selain untuk meningkatkan kualitas kegiatan, juga dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi PIK Remaja yang ada di Kulonprogo dalam rangka ikut membendung maraknya perilaku negatif remaja baik yang terkait dengan seksualitas seperti pacaran tidak sehat, perilaku seks bebas maupun, penyalahgunaan Napza yang memiliki pengaruh terhadap rentannya penyebaran Penyakit Menular Seksual (PMS) serta HIV dan AIDS.

Bentuk pembinaannya selain dengan kunjungan ke kelompok, juga akan dilakukan pendampingan dalam pengelolaan kegiatannya agar lebih terarah dan terencana.

Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDPKB Drs. Mardiya saat ditemui di kantornya, Rabu (18/1).

Di tambahkan oleh Mardiya, saat ini di Kulonprogo terdapat 33 kelompok PIK Remaja yang tersebar di 12 kecamatan.

Dari jumlah tersebut 16 kelompok di antaranya adalah PIK Remaja jalur sekolah yakni PIK Remaja SMA N 1 Temon, SMA N 1 Wates, SMA N 2 Wates, SMA Maarif Wates, MAN 2 Wates, SMK N 1 Panjatan, SMA N 1 Lendah, SMA N 1 Sentolo, SMA N 1 Pengasih, SMK N 1 Pengasih, SMA N 1 Kokap, SMA N 1 Girimulyo, SMK N 1 Nanggulan, SMA N 1 Kalibawang, SMA N 1 Samigaluh, dan PIK Remaja SMK N 1 Samigaluh.

Dalam waktu dekat, akan terbentuk lagi PIK Remaja SMK N 2 Pengasih dan PIK Remaja MAN 1 Wates.

Sementara PIK Remaja jalur non sekolah ada 17 kelompok yakni PIK Remaja Kecamatan Temon, Kecamatan Wates, Kecamatan Panjatan, Kecamatan Galur, Kecamatan Lendah, Desa Sukoreno, Desa Kaliagung, Kecamatan Pengasih, Desa Tawangsari, Kecamatan Kokap, Desa Hargotirto, Desa Hargomulyo, Kecamatan Girimulyo, Kecamatan Nanggulan, Kecamatan Kalibawang, Desa Ngargosari, dan PIK Remaja Kencana.

Menurut Mardiya, agar kualitas dan fungsi PIK Remaja berjalan optimal, disarankan untuk masing-masing PIK Remaja, terutama yang jalur sekolah melakukan pelatihan Pendidik Sebaya (PS), Konselor Sebaya (KS) dan Pengelola PIK Remaja sebagai upaya regenerasi kader yang dilakukan setiap tahun.

Kemudian agar pendanaan kegiatan tidak menjadi masalah, di jalur sekolah, PIK Remaja diharapkan menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang pembinanya dapat diambilkan dari guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah yang bersangkutan, dokter Puskesmas, Polsek, petugas KUA, atau dari unsur lain seperti Forum PIK Remaja, PKBI, KPA, BNK, dll.

“Sekarang ini baru kita susun Panduan Materi PIK Remaja yang melibatkan lintas sektor dan institusi lain sebagai pegangan Pendidik Sebaya jalur sekolah dan non sekolah dalam melakukan penyuluhan dan KIE pada kelompok sasaran.

Diharapkan buku ini bias selesai pada akhir bulan Februari ini sehingga pada bulan Maret 2012 nanti sudah dapat digunakan oleh seluruh PIK Remaja yang ada di Kulonprogo”. (mardiya)