BKSDA Bantu Kelompok Tani Agung Rejeki Kokap

  • 02 Januari 2012 08:43:45
  • 1701 views

Kepedulian Kementerian Kehutanan melalui BKSDA dalam kegiatan pengembangan desa konservasi merupakan suatu simbiosis mutualisme yang saling membri manfaat, baik bagi masyarakat maupun BKSDA.

Demikian diungkapkan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo dalam acara penyerahan Bantuan Pemberdayaan Masyarakat dari BKSDA Yogyakarta, di Dusun Klepu, Hargowilis, Kokap, Jumat sore (30/12).

Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud kerjasama yang sinergis antara masyarakat dan Pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan.

Kepada masyarakat Klepu, khususnya Kelompok Tani Agung Rejeki yang menerima bantuan tersebut, Hasto Wardoyo berpesan supaya mampu memanfaatkan peralatan dan perlengkapan produksi keripik ikan, gula jawa dan gula kristal, bibit empon-empon dan kakao, serta memotivasi untuk bekerja keras dan cerdas guna meningkatkan kesejahteraan.

Hasto Wardoyo juga berpesan agar telaten dan tekun dalam bekerja, karena hal ini merupakan hal penting, namun insya Allah akan ada hasilnya.

“Jangan suka menyalahkan orang lain, karena hal tersebut akan membuat gagal,” wanti-wantinya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKSDA Yogyakarta, Hery Subagiadi, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat Desa Hargowilis dan Desa Karangsari terhadap kelestarian hutan sudah cukup baik, terbukti dari tingkat kerawanan suaka margasatwa Sermo terhadap pelanggaran tindak pidana kehutanan yang sangat kecil dibandingkan kawasan konservasi lain di Propinsi DIY.

Hery Subagiadi menambahkan bahwa Kelompok Tani Agung Rejeki merupakan salah satu kelompok tani binaan Balai KSDA Yogyakarta sejak tahun 2009 yang selalu terlibat secara langsung dalam kegiatan BKSDA, baik kegiatan di dalam kawasan berupa penanaman maupun di luar kawasan suaka margasatwa Sermo.

Jumlah bantuan BKSDA terdiri dari 17 item berupa 5 jenis peralatan pemeliharaan kakao seperti alat fermentasi, hand sprayer, gunting tarik, 7 jenis peralatan pembuatan keripik ikan red devil seperti freezer, press sealer, kompor gas, LPG, 2 jenis peralatan pembuatan gula jawa, yaitu wajan dan kencèng, serta 3 jenis bibit, yaitu 350 bibit kakao, 15 kg jahe gajah, dan 15 kg jahe emprit.

Wujud bantuan ini merupakan hasil survey potensi di dusun Klepu dan musyawarah dengan Kelomtan Agung Rejeki yang lebih mengetahui potensi yang dimiliki serta kemungkinan pengembangannya untuk meningkatkan pendapatan.(mc)