LUNCURKAN ALBUM KEMISKINAN TERKUMPUL DANA SETENGAH MILYAR LEBIH

  • 27 Desember 2011 09:00:46
  • 1811 views

Berbagai program penanggulangan kemiskinan telah diluncurkan baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kabupaten, bahkan oleh pihak ketiga seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan kelompok-kelompok peduli lainnya.

Namun demikian sampai saat ini penanggulangan kemiskinan belum mencapai hasil yang kita harapkan.

Demikian dikatakan Bupati Kulonprogo, dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) dalam peluncuran album kemiskinan serta menggelorakan semangat gerakan kesetiakawanan sosial, gerakan hidup sederhana dan gerakan beli produk Kulonprogo, di Gedung Kesenian Wates, Jum’at malam (23/12).

Aacara dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan SKPD, tokoh masyarakat menampilkan penyanyi legendaris Ebiet G Ade.

Malam itu juga Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan beasiswa kepada siswa miskin dari bank BPD DIY sejumlah 105 anak dengan total Rp.135 juta.

“Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Kulonprogo telah dibentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) kabupaten selanjutnya tahun 2012 akan dibentuk TKPK Kecamatan dan desa/kelurahan serta kader penanggulangan kemiskinan kecamatan.

Salah satu langkah yang ditempuh TKPK Kabupaten adalah melakukan unifikasi atau kompilasi data sasaran penanggulangan kemiskinan dengan adanya unifikasi data yang diharapkan bisa menjadi sniper handal sehingga berbagai kegiatan penanggulangan kemiskinan akan lebih tepat sasaran,”ujarnya.

Pada tahun 2011 telah dilakukan pendataan keluarga miskin dengan menggunakan kombinasi indikator lokal dan nasional sebagai bentuk upaya penyediaan unifikasi data kemiskinan.

Hasilnya terdapat 34.089 KK (24,64%) atau penduduk miskin sebesar 111.756 jiwa (23,71%).

Masyarakat yang masih kurang beruntung ini memerlukan empati dan kepedulian secara terpadu dan tersinergi dari pemerintah, swasta maupun masyarakat agar mereka dapat hidup lebih layak.

Sementara sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Kulonprogo No.39 tahun 2011 tentang Indikator Lokal Kemiskinan, tercantum 16 indikator lokal kemiskinan dan dalam album kemiskinan tercatat diantaranya jumlah KK miskin yang lantai terluas masih tanah mencapai 25.096 KK, tidak mempunyai fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) 25.508 KK, bahan bakar memasak kayu bakar atau arang 33.379 KK,sumber penerangan rumah tidak pakai listrik atau tagihan listrik kurang dari Rp.17.500,-/bulan 19.849 KK, sumber air minum berasal dari sumur yang tidak terlindung, sungai atau air hujan 14.020 KK, tidak mampu beli daging, unggas, susu atau ikan satu kali dalam seminggu untuk dikonsumsi 32.590 KK, hanya mampu beli pakaian baru bagi anggota keluarga paling banyak satu kali setahun 30.202 KK, hanya mampu memberi makan anggota keluarga paling banyak dua kali setiap hari 8.878 KK, apabila ada anggota keluarga yang sakit tidak mampu berobat ke fasilitas kesehatan dasar 1.965 KK , pendapatan rata-rata anggota keluarga setiap bulan kurang dari garis kemiskinan sejumlah 29.023 KK.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penggalangan dana untuk pengentasan kemiskinan yang dipimpin langsung Bupati dengan jumlah sementara sampai berakhirnya acara mencapai Rp.523.875.000,_ dan 1500 US $, dipastikan jumlahnya masih terus bertambah karena malam tersebut baru nilai kesanggupan menyumbang, dengan jangka waktu tiga bulan.

Diantara daftar yang malam itu memberikan spontanitas bantuan adalah beberapa perusahaan daerah dan para pengusaha serta PNS dan kelompok masyarakat tercatat Bank BPD sejumlah Rp.135 juta, Bank Pasar Rp.40 juta, PDAM Rp.20 juta,Perusda Aneka Usaha Rp.15 juta, pengusaha kontraktor bangunan Kuswadi Rp.40 juta, KADIN Rp.20 juta, anggota DPRD Rp.20 juta, Gapeksindo Rp10 juta, HIPMI Kulonprogo 500 US$, HIPMI DIY 1000 US$ dan beberapa pejabat struktural bahkan gabungan dari beberapa staf di suatu SKPD.

Ebiet G Ade yang malam itu datang bersama istri Yayuk Sugianto dan anak lakinya mengaku terharu dengan upaya yang dilakukan oleh Bupati dr.Hasto untuk menanggulangi kemiskinan.

Malam itu Ebiet memukau para pejabat dan yang hadir dengan menampilkan beberapa lagu hitsnya yang diawali dengan lagu yang berjudul Dan Hari Ini Engkau, kemudian berturut-turut Nyanyian Suara Hati, Camelia 2, Titip Rindu Buat Ayah, Menjaring Matahari, Cita-cita Kecil Anak Desa dan diakhiri dengan lagu Berita Kepada Kawan.

Ebiet yang pernah datang ke Kulonprogo saat mengunjungi temannya sewaktu sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yaitu mbah Sis namun kini telah tiada, suatu saat nanti berharap akan datang kembali ke Kulonprogo dengan kondisi telah terbebas dari kemiskinan.

Usai acara Bupati merasa terharu dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian kepada program kemiskinan melalui bantuan yang diberikan dan selanjutnya bantuan yang terkumpul nantinya akan diberikan langsung kepada masyarakat miskin, dengan harapan KK yang bersangkutan segera dapat keluar dari kemiskinan.

Beberapa warga masyarakat baik yang berasal dari Kulonprogo maupun luar daerah mengaku salut dengan gagasan yang di lontarkan oleh Bupati Kulonprogo ini, seperti dituturkan Ketua Umum Indonesian Islamic Business Forum Pekalongan dr.Udi Suhono,Sp.B yang malam itu datang langsung ke Kulonprogo sangat merasakan ide gagasan cemerlang untuk mengentaskan kemiskinan yang dapat dijadikan contoh di Indonesia.

  "Yang kita lihat Indonesia itu sudah maju, tetapi sebenarnya realitasnya masih banyak masyarakat miskin seperti di Pekalongan yang masyarakatnya di daerah banjir rob karena air laut kondisi tempat tinggal sangat memprihatinkan, acara seperti pantas untuk di contoh daerah lain, kami akan usulkan untuk bisa dilakukan pula di kabupaten maupun kota Pekalongan,"kata Suhono yang sehari-hari bertugas di RSUD Bendan Kota Pekalongan. (mc)