Wabup Kulon Progo Tutup TMMD Sengkuyung Tahap II

  • 01 November 2011 08:36:36
  • 1146 views

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X berharap beberapa kegiatan fisik yang sudah dilaksanakan selama pelaksanaan TMMD akan memberikan manfaat kepada masyarakat, baik itu yang berkaitan dengan lingkungan, keamanan, maupun tempat ibadah.

"Melalui pembangunan fisik tersebut, masyarakat seharusnya memberikan apresiasi dan merespon positif dengan berbagai aktivitas lanjutan yang didukung dengan swadaya dan swakarsa masyarakat," katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Kulonprogo Drs.H.Sutedjo pada penutupan TMMD Reguler ke-87 dan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2011di Desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Minggu (30/10).

Dalam kesempatan tersebut sekaligus dilakukan acara penandatanganan serah terima kegiatan dari Komandan Kodim 0731 Kulonprogo Letkol Inf.Tommy Siagian kepada Wakil Bupati Kulonprogo Drs.H.Sutedjo dan penyerahan kembali alat kerja.

Selain Bupati dan Dandim 0731 Kulonprogo, upacara penutupan TMMD ini juga dihadiri Ketua DPRD Kulonprogo Yuliardi,S.Ag, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta Camat Nanggulan Drs.L.Bowo Pristiyanto, dan Muspika Nanggulan, serta dihibur group kesenian tradisional Jathilan Cahyaning Turonggo Seto dari pedukuhan Penjalin Desa Donomulyo Nanggulan.

Sultan menambahkan, TMMD merupakan salah satu aktualisasi peran TNI untuk memotivasi masyarakat agar terus peduli kepada kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab eksistensi bangsa dan negara akan tetap terjaga kalau masyarakat tetap memiliki atau mempunyai rasa handarbeni kepada bangsa dan negaranya, di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Pemahaman demikian ini perlu terus dibangun , karena berbagai fenomena yang terjadi memberikan indikasi banyak praktek-praktek, mulai dari hal-hal yang kecil sampai hal yang besar, yang berpotensi melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dan korupsi merupakan kegiatan yang menggerogoti sumber daya ekonomi negara, untuk kepentingan sendiri atau kelompok, serta mengabaikan rasa keadilan karena sumber daya ekonomi tidak dapat diakses oleh masyarakat yang berhak," katanya.

Dalam konteks itu pula, maka membangun dan memperkuat modal sosial masyarakat sangat penting, sebagai bagian upaya membina solidaritas dan kebersamaan antar berbagai unsur yang ada.

Kondisi semacam itu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keamanan dan ketenteraman yang bersumber dari pemahaman dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Masyarakat pun akan mempunyai kesempatan lebih luas untuk memberdayakan diri meningkatkan kesejahterannya. Dengan rasa aman yang diperoleh masyarakat bisa bekerja dan mencari nafkah dengan baik.

Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Inf. Tommy Siagian menjelaskan dalam TMMD dilakukan proyek fisik dan non fisik, untuk hasil yang dicapai kegiatan fisik meliputi perkerasan jalan 1.564 x 2,5 meter, pembuatan talud 140 x 1,5 meter, pembuatan gorong-gorong 9 unit, pembuatan gardu ronda 1 unit dan rehab masjid 1 unit. Sasaran tambahan jambanisasi 8 unit dan penghijauan sejumlah 18.000 bibit pohon terdiri sengon, jati dan jabon.

Sedang untuk kegiatan nonfisik meliputi bimbingan, penerangan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam bidang pembinaan mental dan agama, penyuluhan anatomi terorisme dan kamtibmas, penyuluhan narkoba, kenakalan remaja dan penyakit masyarakat, penyuluhan tentang bela negara dan wawasan kebangsaan, perilaku hidup sehat, penyuluhan pertanian, penyuluhan dan pelayanan KB serta hiburan. (-MC-)