PIK-R HARGOTIRTO PUTAR FILM KESPRO

  • 24 Oktober 2011 08:34:45
  • 1318 views

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Desa Hargotirto bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP dan KB) Kabupaten Kulonprogo memutar film Kesehatan Reproduksi (Kespro) dengan judul "Dua Anak Ok, banyak anak KO". Film tersebut merupakan film baru produksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat yang menggambarkan betapa sulitnya keluarga besar (dengan banyak anak) yang ditokohkan keluarga Kadir dalam mengurus pekerjaan sehari-hari dan kebutuhan rumah tangga lainnya serta kepentingan umum maupun sosial. Juga kesehatan Ibu yang tidak terjaga karena terlalu sibuk mengurus anak. Selain memutar film kespro, juga ditampilkan lagu-lagu KB produksi Kelompok Seni Peduli KB (KSP-KB) Kabupaten Kulonprogo seperti Mas Gundul Melu KB dan Rabine Diundur Wae. Sebelum akhir acara, juga diputar fim perjuangan di masa-masa awal kemerdekaan RI "Darah Garuda" .


Menurut Ketua PIK R Desa Hargotirto, pemutaran film yang ditonton lebih dari 500 orang dan dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dan agama setempat ini selain dimaksudkan untuk menghibur masyarakat, juga diarahkan untuk memberi pesan pada keluarga-keluarga di Desa Hargotirto pada khususnya dan keluarga-keluarga di wilayah Kecamatan Kokap pada umumnya untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan reproduksinya sebagai bagian dari perencanaan keluarga agar ke depan dapat menjadi keluarga berkualitas, bahagia dan sejahtera. Ini tidak dapat diwujudkan tanpa ada kesepakatan suami isteri untuk mengatur jumlah anak dan jarak kelahirannya, serta kemana mereka harus mendapatkan pelayanan kesehatan bila terjadi sesuatu dengan keluarganya.


Sementara bagi remaja, film yang diputar akan memberi gambaran yang jelas tentang perlunya mendewasakan usia perkawinan agar kelak setelah berkeluarga tidak menemui hambatan dalam mencapai keluarga kecil bahagia sejahtera karena telah ada perencanaan keluarga keluarga yang matang. Bukan saja persiapan fisik dan mental, tetapi juga persiapan sosial, ekonomi dan agama. Dijelaskan oleh Sarjana, seorang wanita akan siap berkeluarga bila telah mencapai usia minimal 20 tahun dan pria minimal 25 tahun sebagaimana anjuran BKKBN. (-mardiya-)