PELAKU SENI DI KULON PROGO MAYORITAS GENERASI TUA

  • 15 Agustus 2011 12:27:52
  • 1504 views

Setiap daerah memiliki kesenian yang merupakan media untuk menyampaikan informasi dari sebagian atau banyak hal tentang kedinamisan sebuah daerah. Dari seni ini maka sebuah ciri khas dari masyarakat bisa diinformasikan lewat pementasan sebuah karya seni. Tetapi, seni juga mampu bertransformasi dengan budaya lain karena adanya globalisasi. Maka kini marak adanya seni kolaborasi yang merupakan perpaduan antara seni atau budaya yang satu dengan seni dan budaya yang lain. Tentunya, kolaborasi ini harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati, sehingga seni budaya asli tetap terjaga kelestariannya.


Hal tersebut dikatakan Bupati Kulonprogo, H Toyo Santoso Dipo dalam acara penyerahan bantuan sosial, organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi tahun 2011 di Lantai II Binangun Pemkab, Senin (15/8). Acara dihadiri Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Sekda Nugroho,SE, Kadinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Eko Wisnu Wardhana,SE, Dewan Kebudayaan Daerah Kulonprogo, Persatuan Pedalangan Indonesia Kulonprogo (PEPADI) dan perwakilan 12 Kecamatan.


"Kelestarian seni budaya ini menjadi tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun para tokoh seni yang ada di Kabupaten, masing-masing mempunyai peran dan kontribusi yang berbeda. Pemerintah Kabupaten berperan memfasilitasi kepada segenap Group-group Kesenian yang ada, baik secara moral maupun material. Pembinaan ini dimaksudkan untuk mengelola keragaman seni dan budaya, serta memberikan apresiasi atas kreatifitas seniman dan tokoh seni budaya di Kabupaten Kulonprogo,"kata Toyo.


Di sisi lain, seniman dan para tokoh seni diharapkan nguri-uri seni dan budaya dan terus berkreasi menciptakan karya seni baru maupun kolaborasi agar bisa menarik minat generasi muga untuk mendalaminya. Kondisi yang saat ini terjadi, adalah pelaku seni mayoritas generasi tua. Hal tersebut terlihat pada setiap Festival Kesenian Yogyakarta tingkat Kabupaten Kulonprogo, yang tampil pentas adalah wajah-wajah lama. Untuk itulah, upaya dari segenap pihak perlu diintensifkan, sehingga nantinya akan ditemukan sebuah formula/ solusi untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap seni dan budaya bangsa yang adiluhung.


Sementara Kadinas Budparpora Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana menjelaskan bantuan yang diberikan sebesar Rp.81.250.000,- dengan rincian penerima masing-masing adalah Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kulonprogo, PEPADI Kulonprogo, Group kesenian religi dan non religi 16 group, Pentas dan pameran seni budaya 35 group dan upacara adat 14 kelompok.(MC)