Dishubkominfo Kulon Progo Inventarisir Titik Kemacetan Arus Mudik

  • 11 Agustus 2011 09:20:18
  • 3139 views

Kabupaten Kulonprogo termasuk wilayah yang dilalui jalur mudik Lebaran, karena terdapat jalan nasional lintas selatan yang menghubungkan Jakarta -Yogyakarta, jalan JJLS/Deandeles ruas Purworejo-Bantul, serta jalan alternatif Sentolo-Borobudur Magelang.

Mendekati hari H Lebaran, biasanya ruas-ruas jalan tersebut dipenuhi kendaraan yang mudik dari beberapa kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kulonprogo melakukan inventarisasi titik-titik kemacetan arus mudik lebaran mendatang.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Kulonprogo Triyono,SIP,MSi, Rabu (10/8) mengatakan inventarisasi ini diperlukan karena jalur selatan yang melewati wilayah Kulonprogo dipastikan akan mengalami peningkatan jumlah kendaraan sehingga jalur-jalur tersebut sangat dimungkinkan terjadi kemacetan serta rawan kecelakaan.

Menghadapi arus mudik lebaran tahun ini, Dishubkominfo Kulonprogo menetapkan lokasi yang dianggap rawan macet. Lokasi yang dianggap rawan macet ini disebabkan adanya lampu pengatur lalu lintas serta adanya pasar tumpah.

"Lokasi tersebut antara lain Simpang tiga Terminal Wates, Simpang lima Karangnongko, Simpang tiga Sentolo, dan Simpang tiga Toyan," kata Triyono.

Sedangkan untuk pasar tumpah yang dianggap menyebabkan kemacetan antara lain Pasar Wates, Pasar Temon, Pasar Bendungan, Parar Potrogenen, Pasar Brosot, Pasar Kranggan, Pasar Sentolo, Pasar Kenteng dan Pasar Dekso.

Selain menetapkan daerah rawan kemacetan, Dishubkominfo Kulonprogo juga memetakan jalur yang rawan dengan kecelakaan. Jalur tersebut antara lain Simpang tiga Dalangan, ruas jalan antara Polsek Sentolo hingga Koramil Sentolo, ruas jalan nasional di wilayah Temon, ruas jalan di wilayah Sukoreno dan ruas jalan di Sogan.

Triyono berharap dengan pemetaan ini, perjalanan arus mudik yang melewati wilayah Kulonprogo bisa berjalan dengan lancar dan tidak terjadi kecelakaan. Untuk mendukung hal itu, nantinya Dishubkominfo akan membuat beberapa pos pemantauan untuk memonitoring arus mudik.

"Kami akan membuka pos pemantauan dan akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengatur arus kendaraan yang melewati jalur-jalur di wilayah Kulonprogo," katanya.

Mantan Kabag Keuangan Setda Kulonprogo ini menambahkan, mengahadapi arus mudik dan arus balik lebaran ini pihaknya akan membuka posko yang standby selama 24 jam.

Di posko ini para petugas akan melakukan pendataan jumlah kendaraan yang melintas disamping membantu petugas kepolisian mengurai kemacetan.

"Kami akan menerjunkan semua personel untuk menghadapi arus mudik dan balik lebaran. Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada pemudik agar selamat sampai tujuan," katanya.(MC)