IBI BERPERAN PENTING TURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI

  • 01 Agustus 2011 08:19:19
  • 2871 views

Di usianya yang ke-60 ini, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sebagai organisasi profesi dipandang sudah matang dan penuh pengalaman. Pengalaman yang dimiliki IBI merupakan kekayaan untuk menyongsong masa depan yang penuh dengan tantangan, salah satunya adalah liberalisasi pelayanan kesehatan dalam era globalisasi saat ini. Untuk mengantisipasinya, IBI perlu melakukan konsolidasi organisasi dan advokasi kesemua stakeholders terkait penguatan profesi dan kesiapan anggota.


Hal tersebut dikatakan Bupati Kulonprogo, H.Toyo Santoso Dipo, ketika membuka Seminar Ilmiah Kebidanan yang diselenggarakan dalam rangka HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kulonprogo ke-60, di Gedung Kaca Pemkab, Jum'at (29/7). Seminar diikuti bidan se-Kulonprogo menampilkan pembicara dokter Kebidanan dan kandungan dari RSUP dr.Sardjito yang sekaligus dosen Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, dr.H.Hasto Wardoyo,SpOG (K).


"Sebagai satu-satunya wadah organisasi profesi bidan, IBI mempunyai posisi penting dan strategis dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berkesinambungan dan paripurna, serta berfokus pada aspek pencegahan dan promosi kesehatan berlandaskan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat"kata Toyo yang 24 Agustus nanti jabatannya akan berakhir.


Ditambahkan, derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia secara umum dapat dikatakan semakin baik. Namun, kelompok yang paling rentan adalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, serta bayi prenatal. Sebenarnya upaya mengatasi masalah tersebut tidak hanya menjadi tugas kalangan kesehatan semata, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa instansi atau lembaga kesehatanlah yang menjadi ujung tombaknya. "Para tenaga kesehatan termasuk di dalamnya para bidan adalah garda terdepan penentu derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Di era otonomi saat ini, pelaksanaan Program Keluarga Berencana telah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, sehingga penanganan yang profesional, terus menerus dan berkelanjutan mutlak diperlukan guna mencapai hasil yang diharapkan. Dalam hal ini, para bidan yang tergabung IBI juga menjadi motor penggerak suksesnya program Keluarga Berencana,"pungkasnya. Sementara dr.H.Hasto Wardoyo, SpOG(K) mengatakan bidan memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan kebidanan baik itu kesehatan reproduksi, ibu hamil, bersalin dan sebagainya. Selain itu bidan juga berwenang untuk memberikan pelayanan keluarga berencana dan kesehatan masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan peran aktif bidan dalam pelayanan terus meningkat. Ini merupakan bukti bahwa eksistensi bidan di tengah masyarakat semakin memperoleh kepercayaan, pengakuan dan penghargaan.


"Kematian bagi para ibu yang disebabkan oleh kanker payudara disebabkan terlambatnya mengetahui adanya penyakit yang timbul, padahal apabila sejak dini sudah terdeteksi, penyakit ini mampu disembuhkan, untuk itulah pemeriksaan sejak awal sangat diperlukan,"kata dr.Hasto yang baru saja terpilih sebagai calon Bupati Kulonprogo 2011-1016 menggantikan H.Toyo Santoso Dipo.(-MC-)