BANK PASAR KULON PROGO CAIRKAN KREDIT KENCANA UNTUK KELOMPOK UPPKS

  • 17 Januari 2009 00:00:00
  • 2453 views
Sebanyak 9 kelompok UPPKS dari 8 kecamatan, yakni Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Pengasih, Kokap, dan Girimulyo, menerima pencairan Kredit Kencana senilai Rp 149 juta dengan nilai kredit per kelompok antara 10 ? 30 juta. Kredit diserahkan langsung oleh Direktur Utama Bank Pasar Kulon Progo Fahmi Akbar Idries, SE, MM, di jalan Khudori Wates, Kamis (15/1). Turut hadir dalam penyerahan tersebut, Kabag Marketing Surojo, SE, Ka Bid Keluarga Sejahtera (KS) Drs. Harminto, MM, Ka Sub Bid Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Rr. Ratih Indriyani, SE, Ka Sub Bid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB & KR Drs. Mardiya, Kasi Kredit Program & Mikro Wahyu Raharjo dan Staf Marketing Eko Adi Sidharta.
Secara terinci kelompok UPPKS yang memperoleh Kredit Kencana tersebut adalah (1) Kelompok UPPKS Mawar Karangwuluh Temon, jumlah kredit Rp 20 juta; (2) Kelompok UPPKS Mawar Putih Bendungan Wates, Rp 10 juta; (3) Kelompok UPPKS PKK Dahlia Giripeni Wates, Rp 10 juta; (4) Kelompok UPPKS Mawar Bojong VIII Panjatan, Rp 20 juta; (5) Kelompok UPPKS Harapan Jaya Tirorahayu Galur, Rp 20 juta; (6) Kelompok UPPKS Ngudi Raharjo Bumirejo Lendah, Rp 10 juta; (7) Kelompok UPPKS Mekar Melati Margosari Pengasih, Rp 30 juta; (8) Kelompok UPPKS Momi Hargowilis Kokap, Rp. 17 juta; dan (9) Kelompok UPPKS Melati Giripurwo Girimulyo, Rp 12 juta.
Dalam arahannya, Ka Bid KS Drs. Harminto, MM mengharapkan bahwa kredit kencana ini dapat benar-benar dimanfaatkan oleh semua anggota kelompok untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif yang selama ini telah dijalankan sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarganya. Karena hanya dengan kondisi ekonomi yang mapan, kesejahteraan keluarga dapat diraih. Dan ini akan berimbas pada peran dan partisipasinya dalam pembangunan di Kulon Progo.
?Kami sangat mengharapkan, kredit ini jangan digunakan untuk keperluan konsumtif, karena bila ini dilakukan justru akan menghambat upaya keluarga untuk memberdayakan diri sebab terlilit hutang. Akibatnya cita-cita keluarga untuk hidup sejahtera menjadi tidak akan pernah tercapai,? kata Harminto.