BADAN PMPDP DAN KB SELENGGARAKAN DIALOG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

  • 07 September 2009 00:00:00
  • 2928 views
Bertempat di Ruang Pertemuan Binangun II Kompleks Pemda Kulonprogo, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (PMPDP dan KB) Kabupaten Kulonprogo, Sabtu, 5 September 2009 menyelenggarakan kegiatan Dialog Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dengan pemandu sekaligus nara sumber Dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG, KFER dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Dalam pertemuan yang sebelumnya diisi dengan sambutan dari Kepala BPMPDP dan KB Drs. Krissutanto yang diwakili Kabid KB Drs. HM Dawam dan Kabid KB Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Provinsi DIY Dr. Wiwid Widiastuti, M Kes tersebut dihadiri oleh Kabid Keluarga Sejahtera (KS) BPMPDP dan KB Kabupaten Kulonprogo Drs. Harminto, MM, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan KR Drs. Mardiya, utusan dari lintas sektor (TP PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kantor Depag, dan Bagian Kesra Setda Kulonprogo), Lembaga Swadaya Masyarakat, Karang Taruna, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Anshor, dan para siswa SLTA dari 12 sekolah di lingkungan Kecamatan Wates, Pengasih, Sentolo, dan Temon.
Dalam paparannya sebelum acara dialog dimulai, Hasto Wardoyo menyatakan perlunya bagi remaja untuk menjaga organ reproduksinya secara baik-baik, bukan sekedar dari sisi kebersihan dan kesehatannya, tetapi juga melindungi agar tidak digunakan sebelum menikah. Model pacaran yang mengundang nafsu syahwat seperti ciuman bibir, necking (ciuman leher), saling raba, apalagi petting harus dihindari, karena dapat kebablasen ke arah hubungan seks yang sangat memungkinkan terjadinya kehamilan di luar nikah. Bila ini terjadi, maka yang sangat dirugikan adalah pihak wanita. Persoalannya, remaja yang melakukan hubungan seks dan hamil dalam usia yang sangat dini, akan sangat mudah terserang kanker mulut rahim (servix) dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan sang remaja itu sendiri. Persoalan lainnya, karena secara psikis belum siap untuk hamil dan melahirkan, bisa menyebabkan yang remaja stress, kebingungan dan mengambil jalan pintas untuk menggugurkan kandungan. Sesuatu yang sangat dilarang oleh agama karena dosa besar.
Session dialog berlangsung dinamis, dan banyak dilontarkan pertanyaan dari siswa SLTA seputar mestruasi, mimpi basah, dan pacaran yang sehat. Beberapa di antaranya juga mempertanyakan tumor payudara, dan berbagai penyakit kelamin yang menyerang pria dan wanita. Acara dialog berlangsung semarak karena disertai guyonan segar oleh Dr. Hasto yang memang pandai berseloroh.
Menurut Kasubid Advokasi Konseling Drs. Mardiya, tujuan penyelenggaraan Dialog KRR ini adalah untuk memperluas pemahaman remaja dan masyarakat tentang KRR dalam rangka meningkat derajat kesehatan remaja sehingga antinya dapat menjadi geerasi yang berkualitas. Adapun latar belakang penyelenggaraannya adalah karena semakin banyaknya kasus-kasus yang berkaitan dengan Triad KRR (seksualitas, napza dan HIV/AIDS). Meskipun kasus ini tidak menonjol di Kulon Progo, namun apabila dibiarkan akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu dapat menghambat jalannya pembangunan di Kulon Progo.
?Dengan adanya kegiatan dialog KRR ini, kami harapkan para remaja di Kulonprogo memiliki wawasan yang cukup tentang kesehatan reproduksinya, sehingga akan lebih bijaksana dalam berbuat sebelum menyesal di kemudian hari. Apalagi kasus-kasus seks bebas dengan segala kosekuensinya telah banyak terjadi, khususnya di kota-kota besar, ? kata Mardiya.


Sumber berita: Drs. Mardiya
Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo
HP. 081328819945