2011, ADVOKASI KIE KRR LEBIH DIFOKUSKAN DI SEKOLAH

  • 25 Februari 2011 09:10:50
  • 2159 views

Selama tahun 2011, kegiatan advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) akan difokuskan di sekolah terutama Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dalam realitanya rawan terhadap kasus perilaku negatif remaja yang secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan kesehatan reproduksinya seperti kebiasaan merokok, pacaran tidak sehat, minum-minuman keras hingga penyalahgunaan narkoba. Ini belum termasuk perilaku seks bebas yang dijalani oleh sebagian pelajar kita. Adanya kasus pelajar hamil sebelum menikah, tertangkapnya pelajar sedang berbuat mesum, dan kasus video porno yang dibuat oleh para pelajar sendiri dengan atau tanpa melibatkan orang lain, menjadi bukti tak terbantahkan tentang kerawanan perilaku negatif pelajar kita, lebih-lebih yang berstatus pelajar SMA/SMK. Ini dapat dipahami karena dalam rentang usianya, mereka sudah memasuki masa puber dengan karakteristik tumbuh kembang yang pesat namun belum mencapai kedewasaan mental psikologis sepenuhnya, sehingga mudah tergoda untuk melakukan sesuatu yang membuatnya penasaran terutama yang berbau seks tanpa memikirkan segala akibatnya.

Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP dan KB) Kabupaten Kulonprogo Drs. Mardiya, saat ditemui di kantornya menjelang acara Pembinaan Lengkap (Binkap) bagi Penyuluh KB/Pengelola KB Lini Lapangan, Kamis (24/2). Ditambahkan oleh Mardiya, peta kerawanan kasus perilaku negatif remaja makin mengkristal pada pelajar SMA/SMK karena mereka memiliki akses yang lebih luas untuk mencari informasi ke dunia luar lewat teknologi dunia maya (internet), jejaring sosial Face Book, HP, dan sejenisnya serta frekuensi berhubungan dengan sesama teman yang sangat tinggi sehingga member dampak luar biasa terhadap perilaku mereka. Hal ini akan sangat fatal akibatnya bila mereka tidak memiliki benteng keimanan dan kepribadian yang kuat, sementara tidak semua informasi yang didapat dari dunia maya maupun teman sebaya bersifat mendidik dan positif.

Menurut Mardiya, bukti keseriusan untuk menyasar pelajar SMA/SMK sebagai sasaran tembak Avokasi KIE tentang KRR, dalam waktu dekat BPMPDP dan KB Kabupaten Kulonprogo diawal bulan Maret ini akan mengundang perwakilan siswa dan guru dari 12 SMA/SMK se-Kabupaten Kulonprogo yang tersebar di 12 kecamatan. Artinya masing-masing kecamatan mengambil satu sekolah untuk dijadikan obyek kegiatan, di luar sekolah yang selama ini telah membentuk dan mengembangkan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja yakni SMA N 2 Wates, SMK N 1 Pengasih, SMA N 1 Wates, SMA N 1 Pengasih, SMA N 1 Kalibawang, SMK N 1 Panjatan dan SMA Maarif Wates. Dari 12 SMA/SMK yang akan diundang ke BPMPDP dan KB serta diberi penyuluhan tentang KRR dan program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) diharapkan akan menindaklanjuti dengan kegiatan serupa di sekolahnya masing-masing dengan sasaran pelajar dan guru Bimbingan Konseling (BK) sekaligus membentuk PIK Remaja sebagai wadah untuk penyebarluasan informasi tentang KRR. Harapannya, dengan keberadaan PIK Remaja, mereka akan lebih intensif menangani persoalan perilaku negatif remaja yang terkait dengan triad KRR (seksualitas, napza dan HIV/AIDS).

"Sekarang ini di Kulonprogo telah ada 7 sekolah yang memiliki PIK Remaja. Dengan adanya tambahan 12 kelompok PIK Remaja di tahun ini, maka di akhir tahun 2011 nanti Kulonprogo akan memiliki 33 PIK Remaja baik jalur sekolah maupun non sekolah. Ke-33 PIK Remaja ini nantinya akan terus didorong untuk menginformasikan berbagai bahaya perilaku negatif remaja sekaligus melakukan aktivitas lain yang bernilai positif untuk menyiapkan masa depan mereka agar lebih baik," kata Mardiya.

 

Sumber Berita: Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Keluarga Berencana & Kesehatan Reproduksi Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan KB Kabupaten Kulonprogo. HP. 081328819945