Tertinggi di DIY, Anggota UPPKS ber-KB

  • 18 Februari 2011 12:43:46
  • 1469 views

Anggota UPPKS yang ikut KB untuk kategori Keluarga Pra Sejahtera dan KS I di Kulonprogo menduduki ranking tertinggi di DIY dengan capaian sebesar 99,48% dari Kontrak Kerja Pemerintah (KKP) yang besarnya 8.053 PUS. Capaian tersebut sedikit di atas capaian Kabupaten Bantul sebesar 99,37%, Gunungkidul 96,83%, Sleman 96,03% dan terpaut cukup jauh dengan capaian kota yang besarnya hanya 86,82%. Di tingkat Provinsi DIY sendiri capaiannya sekitar 97,31%. Total anggota kelompok UPPKS se Kabupaten Kulonprogo hingga akhir Desember 2010 adalah 18.331 keluarga yang tergabung dalam 820 kelompok. Dari jumlah tersebut keluarga Pra Sejahtera dan KS I yang menjadi anggota UPPKS sebanyak 11 ribu lebih.

Demikian dikatakan oleh Kepala Bidang KS Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo Drs. Harminto, MM yang didampingi Kasubid Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Rr. Ratih Indriyani, SE di kantornya, Kamis (17/2). Ditambahkan oleh Harminto, dari total anggota yang ada, 11.979 di antaranya telah memiliki usaha. Besarannya sekitar 65,35% dari total anggota. Sementara jenis usahanya cukup beragam mulai dari usaha makanan/minuman, seni dan kerajinan, dagang, beternak, hingga usaha jasa seperti menjahit, simpan pinjam dan sebagainya.

Menurut Harminto, tingginya capaian keluarga Pra Sejahtera dan KS I anggota UPPKS yang ikut KB di Kulonprogo menjadi memiliki nilai positif tersendiri mengingat keluarga-keluarga tersebut menjadi sasaran utama dalam rangka pemberdayaan ekonomi keluarga. Apalagi selama ini keluarga Pra Sejatera dan KS I di Kulonprogo umumnya jumlah anaknya cukup banyak, bahkan beberapa di antaranya memiliki anak lebih dari 3.

‘Keluarga Pra Sejahtera dan KS I dari sisi ekonomi memang lemah, namun realitannya justru banyak yang beranak lebih dari dua. Oleh sebab itu, sungguh menjadi hal yang sangat positif apabila kelompok UPPKS mampu mengentaskan mereka dari dua sisi, yakni sisi ekonomi dan sisi kesehatan reproduksi,' kata Harminto.

 

Sumber berita: Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDP dan KB Kabupaten Kulonprogo