KULON PROGO SIAPKAN PETANI PROFESIONAL MELALUI BP3K

  • 28 Januari 2011 09:15:13
  • 2755 views

Keberadaan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) diharapkan mampu difungsikan dengan maksimal. Jangan dipandang sebagai kantor 'birokrat amtenar' namun lebih tepat sebagai 'rumah petani', dimana para petani bisa mendapatkan informasi dan berkonsultasi tentang permasalahan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Sehingga akan tercipta sebuah tempat yang tepat untuk mendapatkan solusi tentang berbagai permasalahan pertanian dan ke depan dapat memacu perkembangan pertanian di Kulon Progo. Karena selama ini, meskipun sebagian petani telah memiliki pengetahuan yang cukup baik dalam ilmu pertanian namun masih banyak terdapat berbagai permasalahan yang mungkin tidak bisa diselesaikan sendiri.

Untuk itu, peran Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) akan diperlukan dan di BP3K petani bisa mendapatkan penjelasan dan solusi tentang hal-hal tersebut.

Demikian dikatakan Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo Kamis (27/2), saat meresmikan pembangunan Gedung BP3K di Pedukuhan Nglengkong, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo.

Selain bupati, peresmian juga dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi DIY Ir. Asikin Kholifah, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo Ir. Bambang Tribudi Harsono, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan (KP4) Kulon Progo Ir. Maman Sugiri, Camat Girimulyo Drs. Sumiran dan masyarakat.

Para petugas lapangan pertanian memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan mutu dan hasil pertanian. Untuk itu, para petugas lapangan diharapkan tidak hanya menguasai ilmu pertanian namun bisa mempraktekan ilmu yang mereka miliki dan memiliki lahan pertanian sebagai tempat praktek. Karena dengan memiliki lahan praktek para petugas dapat menjumpai berbagai permasalahan pertanian tersebut secara langsung dan bisa membagikan ilmu tentang cara pemecahan permasalahan tersebut kepada para petani.

"Jadi para petugas jangan hanya bisa membagi ilmu tanpa melihat secara langsung bagaimana permasalahan tersebut terjadi," tandas bupati.

Selanjutnya, Bupati mengatakan bahwa untuk menciptakan petani yang berkualitas dibutuhkan sebuah motivasi dan beberapa cara meningkatkan kinerja dan hasil pertanian. Beberapa hal diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan hasil pertanian adalah, pengetahuan, ketrampilan, situasi dan sikap mental.

Hal tersebut yang harus dibentuk dan dimiliki para petani agar mutu dan hasil pertanian dapat terus ditingkatkan, lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Kantor KP4 Kulon Progo Ir. Maman Sugiri mengungkapkan bahwa pada 2010 telah selesai dibagun 2 buah gedung BP3K masing-masing di Kecamatan Temon dan Girimulyo. Selain pembangunan gedung, pada 2010 juga telah direhap 5 buah gedung lain di Kecamatan wates, Galur, Sentolo, Pengasih dan Nanggulan. Sehingga setelah sebelumnya (tahun 2009) dibangun 4 gedung di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Lendah dan Panjatan berarti telah ada 11 gedung BP3K di Kulon Progo.

Sedangkan untuk Kecamatan Kokap akan dialokasikan pada tahun 2011. Gedung-gedung tersebut dibangun dan direhap menggunakan dana Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) atau sering dikenal dengan istilah FEATI (Farmer empowerment Throught Tecnology and information).

Gedung BP3K juga dilengkapi dengan lahan percontohan yang dapat digunakan sebagai sarana penyuluhan dan pelatihan dibidang pertanian, perikanan dan kehutanan oleh para petugas penyuluh lapangan. Selain itu, dialokasikan pula dana kaji tindak bagi masing-masing BP3K pada 2011 sebesar 1,6 miliar yang disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran petani pada tiap desa.

"Dengan adanya kegiatan ini kita harapkan akan terjadi perubahan pola pikir dari petani tradisional menjadi petani modern atau profesional," kata Maman. (-)