SMA N 2 Wates Adakan Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya

  • 27 Januari 2011 08:36:59
  • 3554 views

Selama empat hari, mulai Senin (24/1) hingga Kamis (27/1) SMA N 2 Wates Kulonprogo yang beralamat di Bendungan Wates menyelenggarakan Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya dengan sasaran siswa kelas X dan XI sebanyak 34 siswa. Materi pelatihan tidak hanya masalah kesehatan reproduksi dan gizi remaja, tetapi juga masalah pemahaman diri, pendewasaan usia perkawinan, gender dan UU anti Kekerasan. Lebih dari itu tentang UKS, Palang Merah Remaja (PMR) dan Narkoba. Selain materi teori juga ada praktek konseling, pemilihan pengurus dan penyusunan program kerja. Para pelatih/penyaji materi dalam kegiatan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) tersebut antara lain Drs. Mardiya dari BPMPDP dan KB ,Kabupaten Kulonprogo, Drs. Suhardono, Rr. Esti Sutari, SPd, Drs. P. Surjiyanto dan Khusnul Khotimah, SPd dari SMA N 2 Wates serta Bu Esti, Bu Rena, dan Bu Rian dari Puskesmas Wates.

Menurut Kepala SMA N 2 Wates, Drs. H. Mudjijono, Pelatihan yang digabung dengan pelatihan kepada para pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ini dimaksudkan sebagai upaya regenerasi Pendidik dan Konselor Sebaya dalam Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di sekolah tersebut yang saat ini telah memasuki Tahap Tegar, tahapan tertinggi dalam klasifikasi PIK Remaja. Upaya regenerasi ini penting mengingat banyak kader PIK Remaja yang sudah kelas XII yang sudah tidak bisa lagi berkonsentrasi di kegiatan sekolah karena memasuki masa ujian dan persiapan untuk sekolah di jenjang yang lebih tinggi, sehingga dibutuhkan kader-kader baru yang siap secara fisik, mental, pengetahuan dan ketrampilannya untuk menggantikan sekaligus meneruskan program-program kader PIK Remaja yang lama.

Dipaparkan oleh Mudjijono, PIK Remaja di sekolahnya telah memberikan manfaat yang sangat banyak. Tidak hanya mampu memahamkan remaja tentang kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi bagi remaja, tetapi secara nyata telah mampu meredam perilaku negatif remaja dalam bentuk pergaulan bebas atau pacaran yang tidak sehat. Juga mengurangi kebiasaan merokok, membebaskan remaja dari minum-minuman keras dan penyalahgunaan Napza serta menghindarkan diri dari perilaku negatif lainnya. Selanjutnya kaitannya dengan pengabdian masyarakat, PIK Remaja telah menunjukkan perannya dalam ikut membantu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) sebagai bagian dari upaya penciptaan generasi muda yang berkualitas.

"PIK Remaja ini sedikit banyak telah banyak membantu mengenalkan sekolah ini pada masyarakat luas. Para siswa juga senang, karena dengan adanya PIK Remaja ini mereka memiliki pilihan kegiatan penunjang yang lebih banyak selain belajar di kelas sebagai tugas pokok sebagai pelajar," katanya.

 

Sumber berita: Drs. Mardiya

Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo

HP. 081328819945