SMPN I WATES RAIH SERTIFIKAT ISO 9001:2008

  • 11 Januari 2011 14:08:02
  • 1929 views

SMPN I Wates berhasil meraih sertifikat Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 di bidang pelayanan pendidikan, setelah dinilai oleh auditor PT TUV Rheiland Indoesia sebagai lembaga yang telah memenuhi standar internasional dalam penerapan manajemen mutu.

Sertifikat tersebut diserahkan oleh manajer PT TUV Rheiland Indonesia wilayah Yogyakarta Cornelius Tono Infantrianto kepada Kepala SMPN I Wates Suryono SPd, di Wates, Selasa (11/1).
Acara itu dihadiri Kabid PLB dan Dikdas pada Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi DIY Drs Suroyo, Kabid Dikdasen pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kulonprogo, segenap guru, siswa serta pengurus komite sekolah.
Menurut Suryono,diraihnya sertifikat ISO akan medorong kemajuan SMPN I di masa mendatang. Karena suatu sekolah akan maju bila dikelola dengan manajemen yang tersistem, terukur dan terstandar sebagaimana SMM ISO 9001:2008.
"Ini akan menjadi komitmen semua warga sekolah tentang sasaran, instruksi dan capaian hasil dengan tertib administrasi berstandar internasional," katanya dan menambahkan bahwa SMPN I Wates telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sejak tahun 2008.
Saat ini berada di pertengahan masa rintisan yang ditetapkan akan berlangsung selama 6 tahun. Untuk mencapai kriteria dari RSBI menjadi SBI ada 8 aspek standar yang harus dipenuhi.
Dari 8 aspek tersebut, SMPN I Wates telah memenuhi 5 aspek, sedangkan 3 aspek yang belum terpenuhi, yaitu standar pendidik dan tenaga kependidikan, pembiayaan, serta pengembangan lahan. "Kriteria terakhir adalah yang palig berat untuk dipenuhi," kata Suryono.
Salah seorang alumni Lilik Syaiful merasa bangga dengan apa yang telah dicapai SMPN I Wates. Warga Kokap itu berharap agar capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk berprestasi lebih tinggi.
"Selama ini telah banyak yang dapat dicapai oleh SMPN I Wates. Dengan diraihnya sertifikat ISO ini saya berharap bisa menjadi pendorong untuk berprestasi ebih tinggi lagi. Terutama dalam hal pengembangan kompetensi lulusan agar benar-benar mampu bersaing di tingkat internasional," katanya. (-)