OPTIMALISASI PERAN TP PKK DALAM MEMBANGUN KELUARGA SEHAT BERKETAHANAN

  • 03 Januari 2011 08:54:04
  • 2921 views

Seakan sudah menjadi tradisi, keluarga yang sehat dalam arti sehat secara fisik maupun non fisik, dari masa ke masa menjadi dambaan setiap keluarga. Karena hanya dengan kondisi keluarga yang sehat, sebuah keluarga akan lebih mudah mencapai tahapan sejahtera yang diidentikkan dengan tercukupinya kebutuhan hidup materiil dan spirituil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki hubungan yang serasi selaras dan seimbang antar anggotanya dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungannya.

Sayangnya, keluarga sehat yang diimpikan oleh setiap keluarga sulit dicapai di era sekarang ini. Belakangan ini banyak kasus keluarga yang orangtua dan anak-anaknya rentan terhadap penyakit karena lingkungan fisik (rumah dan luar rumah) yang kumuh dan tidak terjaga kebersihannya. Endemi penyakit demam berdarah di banyak daerah di Indonesia yang sulit sekali diberantas, adalah salah satu contoh dari rendahnya kualitas lingkungan fisik keluarga. Sementara di negeri ini masih terdapat tidak kurang dari 11,8 juta keluarga yang rumahnya berlantai tanah yang dipastikan lembab, kurang sanitasi, tiadanya tempat pembuangan limbah rumah tangga yang memadai, serta pekarangan rumah yang cenderung tak terawat. Ini belum termasuk tercemarnya lingkungan sosial budaya oleh pengaruh globalisasi dan informasi yang terbuka tanpa batas. Saat ini bukanlah hal yang sulit, menemukan anak atau remaja dengan pola hidup yang tidak sehat, seperti suka merokok, minum-minuman keras dan mabuk-mabukan, menyalahgunakan narkoba atau menganut paham seks bebas. Hal yang terakhir tersebut telah meresahkan para orangtua khususnya yang memiliki anak perempuan.

Ini jelas menjadi keprihatinan bersama, karena dalam lingkungan keluarga itulah akan terlahir individu-individu yang menjadi harapan bangsa untuk meneruskan pembangunan. Bagaimana mungkin mereka dapat diharapkan perannya dalam pembangunan bila ternyata kondisi mereka sendiri tidak sehat baik secara jasmani maupun rohani. Apa pula jadinya bila pemimpin di negeri ini adalah orang-orang yang "ternoda" dengan segala perilakunya yang buruk, kepribadiannya yang ecek-ecek dan moral agamanya yang lemah.

Selengkapnya silakan download file (pdf 88kb)