CAMAT PENGASIH DRA.SRI HARMINTARTI, MM Raih Penghargaan Mutiara Bangsa

  • 03 Januari 2011 08:48:29
  • 3646 views

Camat Pengasih, Kulonprogo, Dra.Sri Harmintarti, MM, belum lama ini meraih dua penghargaan tingkat nasional sekaligus. Yakni penghargaan sebagai "Mutiara Bangsa 2010" dengan pengabdian di bidang Kesejahteraan Pemberdayaan Keluarga dan penghargaan dari Yayasan Damandiri kerjasama dengan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional atas kepedulian, inisiasi dan kepemimpinannya dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui Posdaya. Piagam penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Yayasan Damandiri Prof. Dr. Haryono Suyono di Studio TVRI Nasional Jakarta dalam acara "Gemari Show", Jumat malam (24/12).

 

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepada camat enerjik isteri Kepala RSUD Wates dr. Bambang Hariyatno, MKes ini karena kegigihan dan ketekunannya mengembangkan Posdaya di Kecamatan Pengasih hingga menarik minat 25 negara anggota Partners Population and Development untuk berkunjung diwilayah kaki Bukit Menoreh ini, Di antaranya adalah Aljazair, Vietnam, Burma, Filipina, Thailand, Bhutan, Laos, Ethiopia dan Ghana. Di tangannya telah lahir 100 Posdaya yang tersebar di tujuh desa, mulai dari Pengasih, Margosari, Kedungsari, Karangsari, Tawangsari, Sendangsari hingga Sidomulyo. Posdaya ini dibentuk dalam rangka memerangi kemiskinan, kelaparan dan keterbelakangan yang masih melanda sebagian keluarga di wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Girimulyo di sebelah Utara, Kecamatan Wates di sebelah Selatan, Kecamatan Kokap di sebelah Barat dan Kecamatan Sentolo di sebelah Timur ini. Telinga perempuan kelahiran Pati, Jawa Tengah, 29 Juli 1962 lalu itu konon terasa panas bila mendengar ada kematian anak dan ibu melahirkan karena gizi buruk atau akibat kurangnya perhatian keluarga terhadap kesehatan ibu dan anak. Apalagi bila mendengar masih ada anak usia sekolah yang tidak sekolah gara-gara masalah ekonomi keluarga yang tidak mendukung.

 

Bagi Harmintarti, penghargaan sebagai mutiara bangsa selain memberikan rasa bangga juga menjadikan tantangan baru. Bangga karena ini merupakan wujud keberhasilan seluruh masyarakat Kecamatan Pengasih dan seluruh komponen di dalamnya dalam mengembangkan Posdaya, dan tantangan baru, karena dengan keberhasilan tersebut dirinya terpanggil untuk lebih giat lagi bekerja bersama sektor terkait dan segenap elemen masyarakat hingga Posdaya benar-benar mampu memberdayakan keluarga dan masyarakat dalam arti sesungguhnya, bukan sekedar "lips service" , slogan apalagi angan-angan.

 

"Komitmen kami, Posdaya di Kecamatan Pengasih ke depan harus semakin mampu mewujudkan keluarga yang sejahtera dan mandiri sekaligus membuka akses informasi serta menggugah kepeduliannya untuk bersama-sama mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat," ujarnya,

 

 

Sumber Berita:

Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDP dan KB Kab. Kulonprogo HP. 081328819945.