PEMPROV DIY SIAPKAN RP1,5 MILIAR UNTUK KEMBANGKAN PERIKANAN KULON PROGO

  • 27 Desember 2010 10:41:04
  • 1843 views

Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta telah menyanggupi pemberian dana bantuan tambahan kepada para pembudidaya ikan sebesar Rp1,5 miliar, untuk memacu perkembangan sektor perikanan di Kabupaten Kulonprogo menuju terwujudnya Kabupaten Kulonprogo sebagai sentra perikanan.

Dana tersebut merupakan dana tambahan setelah sebelumnya para pembudidaya ikan yang tergabung dalan Forum Silaturahmi Pokdakan (FSP) Kabupaten Kulonprogo telah menerima bantuan pengembangan perikanan sebesar Rp1 miliar.
Dengan tambahan tersebut, diharapkan FSP mampu mendongkrak produksi perikanan darat di Kabupaten Kulonprogo yang saat ini belum mampu memenuhi target kebutuhan konsumsi ikan di DI Yogyakarta.
Kesanggupan pemberian bantuan pengembangan perikanan tersebut diungkapkan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Kamis (23/12), saat melakukan kunjungan kerja ke beberapa kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Kabupaten Kulonprogo.
Pokdakan yang dikunjungi itu memiputi Pokdakan Argomino (Kec. Nanggulan), Pokdakan Trunojoyo (Kec. Wates), Pokdakan Iwak Banyu (Kec. Wates), dan Pokdakan Mina Tani (Kec. Temon).
Dalam kesempatan itu, Gubernur didampingi oleh Bupati Kulonprogo H. Toyo Santoso Dipo, Muspida, Kepala Dinas Perikanan DIY Ir. Titik Sugiharto, Kepala Dinas Kepenak Ir. Sabar Widodo dan beberapa pejabat dari instansi yang lainnya.
Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan bahwa pengembangan perikanan yang telah dilakukan FSP dengan bantuan dana pengembangan perikanan telah berjalan baik. Untuk itu, melalui Dinas Perikanan DIY, Pemrov menyanggupi untuk memberikan dana bantuan tambahan sebesar Rp1,5 miliar.
"Kalau dulu proposal yang disampaikan adalah sebesar Rp1,9 miliar dan telah kita berikan sebesar Rp1 miliar, maka melihat keseriusan dari para pembudidaya kami menyanggupi kekuranganya sebesar Rp900 juta. Bahkan, kalau kurang kami siap menambah Rp600 juta sehingga semua mencapai Rp1,5 miliar," kata Sultan.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Sultan Hamengkubuwono X mengajukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh FSP, antara lain mengutamakan pemberdayaan masyarakat kurang mampu, bisa menyisihkan 10 persen keuntungan dari penjualan tiap panen untuk pengembangan usaha, dan peningkatan kesehatan.
Selain itu, juga pendidikan dan membentuk koperasi pembudidaya perikanan serta pemerataan penghasilan seperti memberikan kompensasi sewa tanah yang digunakan untuk membuat kolam perikanan. Berdirinya koperasi pembudidaya ikan penting untuk mengontrol stabilitas harga jual ikan agar tidak dipermainkan oleh para pedagang.
Di sisi lain Sultan Hamengkubuwono X mengungkapkan bahwa kesanggupan pemberian bantuan pengembangan perikanan murni berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Agar masyarakat melalui sektor perikanan bisa mendapatkan penghasilan dan memperbaiki perekonomian keluarga sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
"Jadi kesanggupan kami untuk memberikan tambahan dana pengembangan adalah murni berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat dan tidak ada sangkut pautnya dengan isu penetapan Gubernur yang sedang ramai diperdebatkan," kata Sultan.
Sementara itu, menurut Ketua FSP Agung Mabruri dana pengembangan yang diberikan oleh Pemrov DIY beberapa waktu lalu telah digunakan untuk mengembangkan perikanan di Kulonprogo. Dengan dana tersebut, FSP dapat membangun 250 kolam terpal dan memberdayakan 100 orang sebagai pembudidaya.
Dari 100 orang pembudidaya ikan, 60 orang merupakan pembudidaya lama dan 40 orang adalah pembudidaya baru. Pembudidaya juga diutamakan untuk masyarakat yang kurang mampu seperti, anak-anak yatim (di Toyan, Wates) dan anak-anak asuh (di Kec. Galur).
Dari 250 kolam yang bisa dibangun, terbagi untuk 10 kecamatan di Kulonprogo dan dikoordinir oleh 9 orang manajer area. Dengan tambahan 250 kolam ditargetkan akan mampu memberikan peningkatan produksi perikanan darat sebesar 1,2 ton/hari.
"Hal ini berarti semakin mendekatkan kita pada target pengembangan yaitu, mewujudkan Kabupaten Kulon Progo sebagai sentra perikanan DIY atau sebagai Kabupaten Minapolitan," katanya. (-)