JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN KULON PROGO TURUN 7.364 JIWA

  • 22 Desember 2010 08:18:22
  • 8758 views

Berdasarkan hasil sementara pemutakhiran data kependudukan yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kulonprogo pada Oktober lalu, jumlah penduduk Kabupaten Kulonprogo mengalami penurunan 7.364 jiwa.

Jika sebelumnya 485.049 jiwa, kini jumlah penduduk Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta, tersebut menjadi 477.685 jiwa
Kepala Dukcapil Kabupaten Kulonprogo Bambang Pidegso mengatakan hasil sementara pemutakhiran data kependudukan yang telah dilakukan, jumlah penduduk mengalami penurunan sekitar 7.364 jiwa, sebab dalam pendataan tersebut ditemukan kartu tanda penduduk (KTP) maupun kartu keluarga (KK) ganda.
Tetapi ini masih hasil sementara, karena belum melakukan konsolidasi ke Kementerian Dalam Negeri untuk menyeleraskan data kependudukan yang ada.
"Agar tidak ada data ganda antar kabupaten. Nantinya setelah konsolidasi dilakukan, maka nomor induk kependudukan (NIK) secara nasional akan diterbitkan," katanya di sela presentasi pemutakhiran data, penerbitan NIK, dan penerapan E-KTP di Joglo Pemkab Kulonprogo, Wates, Senin (20/12) .
Bambang menjelaskan, untuk pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data penduduk dilakukan pada pertengahan bulan Oktober, sedangkan untuk entry data dilakukan pada bulan ini.
Entry data dilakukan secara online di tingkat kecamatan, namun khusus untuk Kecamatan Samigaluh diambilalih oleh dinas, karena terkendala topografi dan cuaca yang menghambat sistem online.
Setelah konsolidasi dilakukan maka NIK akan diterbitkan. Rencananya, akhir Desember ini akan diterbitkan dan didistribusikan ke masing-masing keluarga pada awal tahun mendatang. Penerbitan NIK ini, untuk menuju E-KTP (KTP elektronik) di tahun 2012.
Untuk tahun ini, ada 197 kabupaten dan kota termasuk Kulonprogo yang melakukan coklit. Kegiatan ini juga untuk mendukung terwujudnya E-KTP.
Sementara Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo mengungkapkan data kependudukan di semua wilayah sulit untuk dipastikan kebenarannya. Karena masih ada saja masyarakat yang mengajukan pembuatan KTP di lain daerah untuk keperluan pribadi, seperti menikah lagi, atau pembelian tanah.
Oleh karena itu, dengan adanya E-KTP ke depan bisa mengurangi identitas ganda di tingkat warga. Data kependudukan ini sangat penting artinya, karena jumlah penduduk digunakan untuk penentuan alokasi dana pembangunan.(-)