JEPANG BANTU KULON PROGO ALAT DETEKSI DINI LONGSOR

  • 31 Agustus 2010 09:44:57
  • 1894 views

Wates, 31/8/2010 (Kominfo-newsroom). Negara Jepang memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta alat deteksi dini early warning system (EWS) tanah longsor. Bantuan hibah dari negara Jepang ini dipasang di punggung tebing Plangen Banjaroyo Kalibawang.


Diharapkan dengan adanya alat ini mampu menghindari terjadinya tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa. Bantuan alat deteksi yang disebut dengan extensometer ini dipasang selama dua hari kemarin oleh tim ahli. Mereka berasal dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan UGM, ITB, Undip, dan JICA Jepang bersama dengan Akita Unercity.


Alat deteksi ini berupa alat sensor gerak yang terhubung dengan kabel sepanjang 10 meter. kabel ditanam di dalam tanah yang terlindungi pralon dan mampu  mendeteksi gerakan tanah minimal 7 milimeter per jam. Begitu deteksi ini menemukan sensor, alarm yang berada di atas akan berbunyi. "Dipilihnya Kalibawang , karena wilayah ini paling rawan dengan bencana tanah longsor,"kata Kepala Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Kulon progo Drs.Riyadi
Sunarto, di ruang kerjanya, Senin (30/8).


Menurutnya bencana tanah longsor masih menjadi ancaman bagi warga Kulon progo, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan. Hampir setiap musim hujan datang akan selalu terjadi longsoran tanah. Tidak sedikit pemukiman warga rusak akibat  tertimpa material tanah.


Di Kabupaten paling barat di propinsi DIY ini, setidaknya ada empat Kecamatan  masuk dalam kriteria rawan longsor, meliputi kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang. Pemkab sendiri telah mengantisipasi dengan  melakukan reboisasi atau penghijauan. "Harapannya dengan adanya bantuan alat deteksi dini ini warga dapat segera menghindar apabila terjadi bencana, sehingga tidak akan terjadi korban jiwa," terang Didik panggilan akrabnya.


Kades Banjaroya, Wiwin Windarto mengatakan pemasangan alat deteksi, dini tanah longsor ini dilakukan selama dua hari mulai Sabtu (28/8) lalu. Lokasi tepatnya di Pedukuhan Plangen Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang yang merupakan daerah rawan gempa. Adanya alat ini bisa membantu masyarakat dalam hal mitigasi  bencana. Apalagi daerah Kalibawang merupakan perbukitan yang rawan longsor di musim penghujan. (-MC)