Puncak Jogja Tourism Day dan Lomba Gelar Potensi Desa Wisata Menoreh

  • 29 September 2023 00:00:00
  • 291 views

Glagah, Perayaan Hari Pariwisata “World Tourism Day” diperingati setiap tanggal 27 September, untuk Daerah Istimewa Yogyakarta “Jogja Tourism Day” puncak acaranya digelar di Laguna Tengah, Pantai Glagah, Kulon  Progo. Puncak Jogja Tourism Day di buka dengan parade dari 24 kontingen desa wisata dari Kulon Progo (Rabu, 27/9/2023). 

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito, S.Sn.,M.A., mengatakan bahwa Jogja Tourism Day tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan digelar bersamaan dengan kegiatan Potensi Desa Wisata.

“Kebetulaan hari ini juga bersamaan dengan puncak Gelaran Potensi Desa Wisata Menebar Pesona, Kompetisi yang dilaksanakan dengan mengemas paket wisata di desa-desa wisata seluruh Kulon Progo yang jumlahnya ada 24 dan sudah dinilai oleh dewan juri yang diketuai oleh GKR Bendara, selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY, sekaligus ada penganugerahan dan juga dilaksanakan asah terampil pariwisata”, jelas Joko.

Kegiatan Potensi Desa Wisata Menebar Pesona merupakan kompetisi asah terampil, dimana antar desa wisata saling beradu pengetahuan mengenai pariwisata. Ini merupakan salah satu upaya untuk mensosialisasikan dan mengenalkan program-program pariwisata dari pusat hingga daerah ini kepada masyarakat dengan cara yang efektif.

“Asah terampil adalah salah satu media kami untuk mensosialisasikan program-program Pemerintah terutama pada sektor Pariwisata, dengan cara seperti ini tentu masyarakat akan lebih cepat memahami karena mereka pasti belajar. Dan kami memang sengaja pesertanya minimal usianya 56 tahun, agar dimasyarakat tumbuh kembang pemahaman pengetahuan tentang Saptapesona, Pokdarwis, Desa Wisata, Green Investment hingga inklusif tourism yang akan kita kembangkan”, kata Joko.

Gelar Potensi Desa Wisata Menebar Pesona, dinilai oleh empat dewan juri yang terdiri dari; GKR Bendara, Bobby Ardyanto Setyo Ajie, S.E, Dr. Ani Wijayanti, M.M, Drs. Otto Lampito, M.Pd., dan Martha Sasongko, M.Si. Potensi Desa Wisata mengalami perubahan dari tahun sebelumnya, kearah yang lebih baik. 

“Di tahun ini ada banyak yang memberikan paket-paket wisata yang baru, ada juga dua desa wisata baru. Dan tahun ini kolaborasinya sangat luar biasa karena menjadi salah satu indicator penilaiannya adalah bagaimana Kawasan itu terbentuk. Jadi desa wisata tidak bisa sendirian, harus saling menggandeng demi Kulon progo itu sendiri”, ungkap GKR Bendara.

Pj Bupati Kabupaten Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T.,M.T dalam sambutannya menjelaskan, Pemenang Lomba Gelar Pesona Desa Wisata adalah Desa yang bisa mempertahankan, mengembangkan bahkan berkolaborasi untuk meningkatkan segala upaya baik dari sumber daya manusia, maupun potensi desa wisata tersebut.

“Penilaian ini bukan menjadi kompetisi untuk bersaing, tapi bagaimana penilaian ini menjadi bagian meningkatkan kualitas dari pengembangan destinasi khususnya Desa Wisata. Menang kalah tidak berarti Ketika kemudian yang telah dikembangkan itu tidak dilanjutkan dan tidak berdampak pada ekonomi masyarakat”, jelas Ni Made.

Ni Made juga berharap Kulon Progo tidak hanya dikenal Bandara Internasionalnya saja, namun memiliki branding semuanya ada, baik itu wisata, pangan maupun keindahan alamnya.   

“Tinggal bagaimana kita berkolaborasi untuk kemudian mengembangkan ini sebagai satu potensi peningkatan ekonomi masyarakat. Dukungan semua pihak sangat berarti, termasuk pendampingan, pembinaan kemudian membranding ini sebagai bagian Kulon Progo yang tidak hanya dikenal Bandara Internasionalnya tapi Kulon Progo dikenal sebagai semuanya, baik wisatanya maupun produksi pangannya, dan keindahan alamnya, harap Ni Made. /MC. Kab.Kulon Progo/humas